KLATEN (wartakonstruksi.id) – Klaten bakal punya pusat lurik. Berlokasi di Cawas, gedung yang menjadi pusat lurik akan menampung produk tenun khas Klaten itu dari pedagang sekaligus penenun rumahan. Pusat lurik nantinya difungsikan sebagai show room yang memamerkan produk lurik.
Pemilihan Cawas untuk lokasi pusat lurik cukup menarik mengingat sentra lurik Klaten justru berada di Pedan. Menurut Agus Pancaji Sukarno, Kepala Kawasan Bidang Pemukiman dan Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perwaskim Klaten, daerah Cawas sesungguhnya termasuk sentra lurik. Di daerah itu banyak terdapat penenun lurik yang butuh wadah untuk memasarkan produknya.
“Pedan memang pusat lurik, tetapi di Cawas juga terdapat banyak pengrajin rumahan atau home made lurik yang membutuhkan tempat untuk memasarkan barangnya. Ini yang menjadi perhatian pemerintah. Bagaimana produk mereka bisa sampai ke pembeli. Jadi, nantinya mereka cukup mengirim barangnya ke pusat lurik,†kata Agus Pancaji.
Pembangunan pusat lurik tersebut sudah menyelesaikan tahap pertama pada tahun 2018. Di tahap itu, pembangunan struktur atap dan tiang membutuhkan dana Rp 491 juta yang bersumber dari APBD. Sedangkan pembangunan tahap kedua akan menggunakan dana sebesar Rp 700 juta. Bangunan berukuran 12x12 meter itu rencananya dilengkapi dengan taman.
Menurut Agus proses pembangunan tahap kedua sudah menyelesaikan detail engineering design (DED) dari gedung. Proses selanjutnya adalah memasuki tahap lelang. “Pembangunan tahap kedua segera dimulai. Namun menunggu hasil dari lelang untuk pelaksanaannya. Dengan adanya pusat lurik, setidaknya pengrajin memiliki show room. Pembeli cukup mendatangi pusat lurik tersebut bila ingin membeli produk tenun itu,†kata Agus lagi.
Pembangunan pusat lurik menjadi salah satu yang digarap Pemkab Klaten. Selain pusat lurik juga dibangun gedung dewan dan gedung Kominfo yang disatukan dengan Humas. “Selain itu pembangunan gedung pertemuan yang menjadi ikon anyar Klaten. Semua penggarapannya dilaksanakan hampir bersamaan,†pungkasnya. Gonang Susatyo
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |