YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS) Fakultas Teknik (FK) UGM merespon positif dan merasa bangga ikut dalam acara Reresik Malioboro bersama Wartakonstruksi.com pada Selasa (21/11/2018) kemarin. Sekitar 30 mahasiswa ikut dalam acara yang bertepatan dengan Selasa Wage tersebut.
"Acara Reresik Malioboro Warta Konstruksi bersama KMTS FT UGM ini sangat baik dan bermanfaat, di mana kita sebagai mahasiswa dapat membantu untuk menjaga lingkungan di sekitar kita," ujar M. Akbar, Ketua KMTS FT UGM.
Menurutnya, acara ini adalah sebagai bentuk nyata sebagai mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan. Dia melanjutkan, dengan acara tersebut juga dapat membantu membersihkan salah satu Kawasan Cagar Budaya sekaligus ikon Yogyakarta yaitu Malioboro.
Baca juga:
"Ini merupakan kebanggaan tersendiri buat kami. Harapannya acara ini dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar," pungkas Akbar.
Redaktur Pelaksana Wartakonstruksi.com, Dodi Pranata mengatakan, kegiatan kerja bakti ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ikon Yogyakarta yakni Malioboro. Reresik Malioboro merupakan kegiatan nyata dalam upaya memelihara infrastruktur yang ada, kegiatan ini perlu dilestarikan bahkan bisa diterapkan di kawasan lainnya seperti kawasan Kotabaru.
"Kami sengaja melibatkan mahasiswa khususnya keluarga mahasiswa teknik sipil UGM, harapannya kegiatan kerja bakti seperti ini menjadi habit (kebiasaan) dalam keseharian hidup bermasyarakat, gotong royong merupakan moto bangsa ini sejak jaman nenek moyang dulu. Jadi kita generasi muda wajib untuk melanjutkan warisan tersebut," ujar Dodi.

Mahasiswa dari KMTS FT UGM langsung bergerak membersihkan sampah-sampah di temat-tempat sulit di sepanjang kawasan Pedestrian Malioboro. Foto: Arif K Fadholy
Dodi berharap agar kegiatan Reresik Malioboro tersebut bisa dilanjutkan rutin oleh KMTS FT UGM. Menurutnya, Warta Konstruksi hanya mencoba mengetuk hati para mahasiswa agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar, khususnya pedestarian di Malioboro.
"Kami sengaja melaksanakannya bertepatan dengan acara Selasa Wage pagi karena pedagang-pedagang kaki lima di Malioboro ini juga libur. Sehingga, bersih-bersihnya dapat maksimal. Kalau siang, Malioboro sudah ramai yang pengunjung". Dodi Pranata.
Acara Reresik Malioboro tersebut dimulai dari jam enam pagi hingga jam setengah sembilan pagi. Selain dengan KMTS FT UGM, Warta Konstruksi juga bekerja sama dengan PISAMP DIY dengan menurunkan enam operator, satu truk tangki penyedot, dan satu mobil kombi yang bisa menyedot dan menyemprotkan air bersih.
Dalam kegiatan tersebut, mereka berhasil menyedot limbah di 17 titik saptic tank di pedestarian Malioboro mulai dari hotel Inna Garuda hingga toko Taman Batik Terang Bulan yang berada di selatan Kantor Gubernur DIY. Setidaknya kurang lebih ada 10.000 liter air limbah yang mengandung lemak dan minyak yang mereka sedot. (Arif K Fadholy)
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |