BANTUL (wartakonstruksi.com) – Langkah Pemerintah Kabupaten Bantul untuk menggoalkan pembangunan proyek pengolahan campuran aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) di Dusun Bungsing, Guwosari, Pajangan, Bantul kian menguat.
Pasca penolakan oleh sejumlah warga dan pengelola lembaga pendidikan maupun pelaku usaha konstruksi terhadap proyek tersebut beberapa waktu lalu, Bupati Bantul kemudian melakukan rapat tertutup di ruang kerjanya, Senin (21/5/2018) pukul 11.00-11.45. Hadir di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMT) Bantul, dan beberapa perwakilan warga dari unsur Pemerintahan Desa.
Tak ada konfirmasi khusus dengan Bupati, karena yang bersangkutan hanya mewakilkan kepada Sekda Bantul. Sedangkan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Isa Budi Hartomo yang berhasil dicegat di lantai bawah Gedung Parasamya membenarkan rapat tersebut. Isa antara lain mengungkapkan Pemkab Bantul pada prinsipnya berkehendak baik rencana pembangunan APM di Dusun Bungsing guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp 1 miliar.
Apalagi lokasi rencana yang digunakan untuk pabrik AMP itu merupakan aset Pemkab yang cukup lama tidak difungsikan, sehingga baik jika didayagunakan.
Ditanya tentang protes warga dan beberapa pihak, Isa mengatakan semua akan diakomodir, sosialisasi akan terus dijalankan. Termasuk soal kemungkinan dampak ketidaknyamanan, keamanan, dan lingkungan yakni polusi. Terutama bagi warga yang bermukim di sekitar Pabrik AMP, serta bangunan sekolah dan pondok pesantren yang berada di depan hanya berbatas ruas jalan.
Ia mencoba meyakinkan nantinya akan digunakan peralatan yang bisa meminimalisir dampak sebagaimana digelisahkan warga. Sebab itu dalam waktu dekat sejumlah perwakilan warga akan diajak melihat praktik kerja AMP di Klaten.
“Ya pemkab akan mengajak wakil warga untuk melihat langsung AMP di Klaten,” tegasnya.
Meski demikian ketika didesak bahwa bahan dasar AMP berupa batu yang tentu akan menimbulkan bunyi-bunyi keras berdentum, Isa hanya menjawab akan memikirkannya lebih lanjut. “ Itu nanti dipikirkan,” pungkasnya sembari meninggalkan gedung Parasamya.
Sementara Bupati maupun Kepala Dinas DPUPKP Bantul hingga kini belum memberikan konfirmasi langsung kepada wartakonstruksi.com. Usai rapat tertutup itu Ka Dinas DPUPKP Bobot Arifi’aidin tak ada di tempat. Kabarnya ia langsung balik ke kantornya di timur Perempatan Palbapang. Tapi didatangi dan ditunggu di kantornya hingga pukul 14.00 belum nampak pula.
| Penulis | : |
| Editor | : redaksiwk |