BANTUL (wartakonstruksi.id) - Dinas Perhubungan Bantul mengakui marka baru di Jalan Bugisan selatan Tirtonirmolo Kasihan Bantul mleyot (tidak lurus). Namun Dishub justru berkilah kondisi tersebut disebabkan karena faktor minyak aspal.
"Aspalnya itu baru, kemudian minyaknya naik. Seharusnya aspal itu berumur dua minggu sampai sebulan. Baru ditembak (ditempel) mau," ujar Agung Kurniawan, Kasi Manajemen Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan Bantul saat ditemui
Warta Konstruksi di kantornya, Rabu (28/11/2018).
Baca juga:
Dia menerangkan, saat melihat pertama kali marka mleyot dirinya mengaku kaget dan sangat menyayangkan hal itu. Atas kondisi tersebut, lanjut Agung, sudah diketahui Kepala Dinas Perhubungan investigasi awal penyebabnya karena faktor minyak aspal.
Menurutnya, secara kasat mata permukaan jalan raya sudah layak diberi marka. Pihaknya memberikan marka di jalan tersebut dikarenakan ada instruksi dari Dinas PUPKP Bantul untuk memasang marka jalan. Terkait biaya, lanjut Agung, semuanya dari Dinas PUPKP Bantul. Marka jalan ada dianggaran perubahan, dan pihaknya membantu untuk menempel marka jalan.
"Aspalnya itu baru, kemudian minyaknya naik. Seharusnya aspal itu berumur dua minggu sampai sebulan. Baru ditembak (ditempel) mau" - Agung Kurniawan, Kasi Manajemen Rekayasa Lalulintas Dishub Bantul.
Agung menegaskan, terkait bahan marka jalan yang digunakan pihaknya sudah standar, sesuai dengan rekomendasi dari Dirjen Perhubungan Darat. Dia menambahkan, rekanan juga harus mempunyai tanda daftar perusahaan dari Kementerian perhubungan untuk pengadaan marka.
"Kalau tidak ada tanda daftar perusahaan, maka harus dikerjakan oleh rekanan lokal tetapi rekanan itu harus didukung oleh perusahaan pembuat bahan yang terekom," ujarnya.

Agung menambahkan, marka jalan paling bagus ditempel saat terik matahari. Kalau saat hujan dan saat tidak terikat, marka bisa mleyot. Menurutnya, ada dua jenis marka jalan, yakni marka baru dan overlay (cat ulang). Kalau kondisi aspal baru, marka jalan bisa ditempel di jalan yang minimal lebarnya sekitar 5 meter.
Keterangan Agung justru berbeda dengan data di lapangan. Umur aspal sebenarnya sudah cukup untuk dilakukan pengecatan marka. Pasalnya penggelaran aspal di jalan Bugisan Selatan dilaksanakan pada awal bulan Oktober, sedangkan pengerjaan marka dilakukan pada pertengahan Bulan November. Jadi ada rentang waktu sekitar sebulan lebih umur aspal tersebut.
Arif KF
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |