MASJID SUCIATI SALIMAN : Akulturasi Disain Timur Tengah - Jawa
Minggu, 13 Mei 2018 06:18 WIB

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Masjid Suciati Saliman yang digagas pendiriannya oleh Hj Suciati Saliman diresmikan, Minggu (13/5/2018) pagi. Desain  masjid merupakan akulturasi kultur Timur Tengah dengan kultur Jawa.

Sedangkan pengelolaan dilakukan oleh Yayasan Saliman Jogo Sentono Peresmian masjid yang terletak tepat di pinggir Jalan Gito Gati, Grojogan, Pendowoharjo, Sleman DIY  ditandai pembukaan prasasti dan pemukulan bedug oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan GBPH Prabukusumo didampingi Hj Suciati Saliman.

“Hari ini kita resmikan pembangunan Masjid Suciati Saliman diatas tanah seluas 1600 meter persegi milik Hj Suciati Saliman, pengerjaanya dilakukan selama 2 tahun 9 bulan sejak peletakan batu pertama pada 2 Agustus 2015, ini merupakan cita-cita yang sudah direncana oleh Ibu Suciati,” jelas Ketua Panitia Peresmian Masjid  Suciati Saliman, Nandang H kepada wartakonstruksi.com.

Menurut dia, konstruksi bangunan  4 lantai ini sengaja dipilih desain menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Sedangkan kultur Jawa  masih kental melekat pada desain atap berbentuk limas.

”Desain perpaduan antara Timur Tengah dengan Jawa, ini dapat dilihat terdapatnya lima menara, dengan sembilan pintu yang mirip dengan Masjid Nabawi, dengan dominasi marmer Madagaskar dan marmer unggulan asal Cibitung, dipadu ornamen batu dari Muntilan,” urai dia.

Sarana masjid dilengkapi lantai basement, gedung serbaguna, tempat sholat dan kegiatan keagamaan dan  tersedia tempat khusus di lantai 4. ”Bangunan dilengkapi pula bedug dibuat dari kayu Trembesi berumur 127 tahun  asal Cirebon, ruang rapat, ruang sekertariat, akses naik lift, area makan dan  ruang serbaguna,”nbeber dia.

Bupati Sleman Sri Purnomo pada sambutanya berpesan agar keberadaan masjid ini dapat dapat lebih dimakmurkan.”Kami bersyukur atas diresmikanya masjid megah di Sleman ini, kami ucapkan selamat dan terima kasih. Semoga nantinya menjadi masjid yang makmur. 

Penulis :
Editor : redaksiwk
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News