- Bahu Jalan Bernilai Belasan Miliar Ini Ambles, Tanggung Jawab Siapa?
- Pembangunan Talud Kali Code Ditarget Selesai Sebelum Natal
- Bakal Jadi Stasiun Elit, Stadiun Wojo Segera Dipermak Total
Menurut Heri, meski ditegur berkali-kali anak-anak akan tetap bermain di talud yang berbahaya itu. Dia mengaku sering menegur anak di situ agar tidak bermain di lokasi, namun tetap saja mereka bermain di lokasi yang sama keesokan harinya.
Heri mengaku bingung harus mengadu kepada siapa. Dia ingin agar segera ada perbaikan, dan jangan sampai perbaikan menunggu jatuh korban terlebih dulu.
Warga Wonokromo 1 RT 01, Faisal Aris menambahkan, sudah satu tahun lebih talud tersebut retak. Namun belum ada tindakan apa pun dari RT, dusun, atau pihak lainnya. Padahal meski berbahaya, di sore hari lokasi itu sering juga dipakai untuk mandi anak-anak.
"Di sini juga sering dipakai lewat orang yang mau ke MCK (mandi, cuci, dan kakus). Warga di sini banyak yang khawatir kalau tebingnya ambles. Soalnya ini tergerus air sungai terus, cepat atau lambat pasti akan ambles," ujar Faisal.
Dia pun berharap, talud segera diperbaiki. Dia menambahkan, di dekat lokasi terdapat tumpukan batu, namun bukan untuk talud melainkan untuk membuat jalan kecil di pinggir utara sungai Belik. Faisal menyangkan hal tersebut.
“Mestinya talud yang kondisinya mengkhawatirkan yang diperbaiki terlebih dahulu. Ini malah membuat jalan alternatif ke arah selatan terlebih dahulu,†sesalnya. Arif KF