MIRIS: Terkena Molen, Tangan Pekerja Proyek Jembatan Pisangan Diamputasi
Jumat, 14 September 2018 13:40 WIB

Pisangan korban

SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Faktor kehati-hatian dan dukungan keselamatan menjadi kunci guna menghindari jatuhnya korban dalam pelaksanaan pekerjaan proyek. Jika diabaikan, bukan mustahil akan berdampak pada jatuhnya korban baik luka atau jika cukup parah bisa sampai kehilangan nyawa. Kemarin lusa, sebuah kecelakaan kerja terjadi di lokasi proyek pembangunan Jembatan Pisangan di Desa  Sumberejo, Tempel, Sleman. Salah satu pekerja di lokasi proyek senilai Rp 2,8 miliar itu mengalami kecelakaan kerja hingga harus kehilangan pergelangan tangannya. Korban bernama Bambang Pamungkas (50) warga RT 4 RW 15 Padukuhan Banjarharjo, Pondokrejo, Sleman. Kini Bambang tengah menjalani rawat inap di RSUD Sleman lantaran lengan tangan kanannya mengalami luka serius. Ia juga harus merelakan pergelangan tangannya diamputasi akibat kecelakaan itu. Berita terkait: Salah satu kerabat korban bernama Mujono kepada wartakonstruksi.com, Jumat (14/9/2018) siang mengungkapkan, peristiwa nahas yang dialami Bambang terjadi saat korban tengah bekerja memasukkan material ke dalam mesin molen dengan menggunakan ember. Saat itu tangan korban mengenai bagian dalam molen yang tengah berputar. “Kejadianya hari Rabu  kemarin. Sekarang dilakukan operasi dan amputasi tangan kanan. Kalau jari-jarinya masih utuh, tulang pada bagian pergelangan hancur. Sekarang masih di rumah sakit Murangan (RSUD Sleman, red),” ungkap Mujono didampingi Hartono. Menurut dia, pihak kontraktor berjanji akan bertanggungjawab sepenuhnya kepada korban. ”Pihak kontraktor kemarin bilang akan tanggungjawab penuh sampai rampung,” katanya. Korban yang ditemui di RSUD Sleman mengatakan, peristiwa nahas yang menimpa dirinya terjadi pada Rabu (12/9/2018) pukul 14.00 WIB. "Kalau operasinya kemarin sekitar jam 12-an. Mudah-mudahan cepat sembuh jadi bisa bekerja lagi," katanya. Proyek Jembatan Pisangan digarap PT Soyuren Indonesia. Nilai proyek di Desa Sumberejo itu sebesar Rp 2,8 miliar dan sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten Sleman. Baharudin Kamba, aktivis Jogja Construction Watch (JCW) mengaku prihatin dengan jatuhnya korban pada proyek jembatan Pisangan. Menurutnya, pengawasan kerja harus ditingkatkan agar tidak ada lagi korban lainnya. “Safety first. Jangan lagi ada korban,” tegasnya. Eko Purwono
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News