Monitoring Pokja ULP di DIY Terkesan Ditutupi, Ada Apa?
Selasa, 23 Oktober 2018 19:52 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) –  Kegiatan monitoring kemampuan kelompok kerja (Pokja) Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya yang digelar di Boko Sewu Meeting Room  Hotel Neo Malioboro Yogyakarta terkesan ditutup-tutupi. Ketika jurnalis wartakonstruksi.com ingin mendapatkan informasi perihal acara tersebut, Selasa (23/10/2018) siang,  salah satu panitia perempuan yang terlihat mengenakan baju warna putih berlogo PU di dada mengatakan bahwa kegiatan sudah ditutup, senyatanya di dalam ruangan masih berlangsung kegiatan yang didanai dari APBN melalui Ditjen Bina Konstruksi  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Baca juga: Tak berselang lama,  wanita itu memasuki tempat acara sembari menutup pintu. Wartawan juga tidak diperbolehkan menggambil foto di dalam ruang. Beruntung, panitia lainnya yang mengaku bernama Lala lebih ramah dan menjelaskan bahwa kegiatan merupakan rangkain dari monitoring  kinerja dari Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) di DIY . ”Pesertanya ada 32 orang, anggota pokja menjalani penilaian dan pengujian dengan komputer, cuma sebentar kok jadi ngak terlalu formal,” jelas Lala dan ia mengaku hanya sebagai pelaksana saja. Menurut ia, kegiatan ini sekaligus sebagai  langkah pemetaan di internal pokja ULP. Peserta menjalani ujian meliputi materi dari beberapa unit kompetensi dan hasilnya langsung  diberikan kepada peserta. “Ada beberapa unit kompetensi yang diujikan, memetakan saja pokja-pokja ini sampai mana kemampuannya dapat diketahui dari nilai, nantinya akan direkomendasi, jika nilainya dinilai masih kurang nantinya akan diikutkan dalam bimtek  ataupun pelatihan,” ungkapnya. Menanggapi larangan menggambil foto, dia berdalih karena belum ada pemberitahuan sebelumnya. ”Biasanya itu ada pemberitahuan sebelumnya, jadi kita bisa meminta saran kepada atasan, kalau mendadak begini kita tidak berani,” kilahnya.   Jurnalis : Eko Purwono Editor     : Sodik  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News