Pasar Klithikan Berubah, Pelancong Ikut Mengeluh
Jumat, 26 Oktober 2018 11:09 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Nama besar Pasar Klithikan Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta lambat laun mulai meredup. Alih fungsi dari pasar yang menyediakan barang-barang bekas dan antik menjadi barang baru, menjadi salah satu penyebabnya. Kondisi yang terjadi di Pasar Klithikan memang memprihatinkan. Apalagi, dinas yang berwenang memberikan restu adanya alihfungsi ini. Tapi kondisi itu ternyata cukup disayangkan para pemburu barang bekas dan pecinta barang antik. Bahkan pelancong dari luar daerah dipaksa menerima kenyataan pahit keinginan berburu barang antik sekaligus bernostalgia tidak bisa terlaksana. Salah satunya seperti yang dirasakan Haris Saputra, 45, warga asal Surabaya, Jawa Timur. Baca juga: Haris berkisah, saat menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi di Yogya ia sering mendatangi beberapa lokasi yang menjadi sentra barang klithikan seperti yang ada di Jalan Mangkubumi. Di lokasi itu, ia sengaja mencari barang-barang yang tidak dijual di pasar biasa. Kebiasaan itu pun berlanjut hingga sekarang. Bahkan saat mengunjungi beberapa kota ia selalu menyempatkan menyambangi pasar yang khusus menyediakan barang bekas maupun barang antik. “Kalau ke Solo saya selalu menyempatkan mampir ke Pasar Triwindu. Biasanya satu paket dengan Yogya,” katanya. Di daerah lainnya juga sama. Di Malang, Haris tak pernah melewatkan Pasar Comboran dalam daftar lokasi yang wajib dikunjungi. “Kalau di Gelora Pancasila Surabaya, saya rutin ke sana. Apalagi lokasinya juga tidak jauh dari tempat saya,” terangnya. Kendati begitu, ia mengaku sangat kecewa ketika ada yang berubah di Pasar Klithikan Pakuncen. Ia kini sangat sulit mendapatkan atau sekadar melihat-lihat barang-barang antik untuk menambah koleksinya. Yang dijumpai saat ini, bukan lagi barang antik melainkan barang-barang baru. “Sekarang Pasar Klithikan sama saja dengan pasar lain. Isinya barang-barang baru. Ya sebenarnya menyesal juga jauh-jauh, tapi tidak dapat apa-apa. Padahal tadinya sekalian nostalgia di sini,” keluhnya. Senada diungkap Dedi Suryana, 37. Warga asal Jakarta ini mengaku kaget begitu mengetahui tidak banyak barang bekas dan antik yang dijual di Pasar Klithikan. Padahal, sejauh yang ia tahu pasar itu dibangun khusus untuk menampung pedagang barang bekas dan antik. “Saya sempat tanya-tanya katanya memang khusus untuk pasar barang bekas dan antik, tapi pas ke sini kok beda ya?” tanyanya. Baik Haris maupun Dedi berharap fungsi Pasar Klithikan dikembalikan seperti sebelumnya. Dengan begitu, Pasar Klithikan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan seperti di pasar-pasar khusus lain yang ada di beberapa kota di Indonesia. (Redaksi WK)    
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News