BANTUL (wartakonstruksi.com) - Penanganan jalan amblong di Soragan, Kasihan, Bantul yang disebut dilakukan lintas instansi ternyata masih belum terlihat. Sejauh ini hanya Balai PISAMP yang terlihat sibuk melakukan pembenahan. Pekan lalu, Balai PISAMP DIY telah menutup lubang menganga yang ada di kawasan tersebut.
Jalan ditutup dengan urugan tanah dan dipadatkan dengan stamper. Hari ini, Kamis (24/1/2019) petugas dari Balai PISAMP kembali terlihat di lokasi. Mereka sedang menutup bekas lubang dengan cara disemen agar tidak tergerus air hujan dan kembali amblong.
Fakta seperti ini justru menimbulkan tanda tanya. Sebab, pekan lalu saat jalan amblong mulai digarap Balai PISAMP, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bantul, Yudo Wibowo memastikan bahwa jalan amblong di Soragan digarap lintas instansi dan perbaikannya dilakukan bertahap.
Yudo mengatakan, instansinya akan mengaspal bagian permukaan jalan, namun sebelumnya akan dilakukan pemadatan ulang. "Nanti kalau tanah sudah stabil, kita tambal aspal, sebelum dilakukan pengaspalan pemadatannya akan kita ulang lagi," jelas Yudo saat itu.
Sayangnya, sepekan berlalu bukan petugas dari Bina Margas Dinas PUPKP Bantul yang berada di lokasi untuk melakukan pengaspalan jalan yang amblong, melainkan petugas dari Balai PISAMP yang tengah memasang semen di lokasi.
Kepala Balai PISAMP, Rosdiana Puji Lestari St M.Eng membenarkan tim dari Balai PISAMP sedang bekerja melakukan penambalan jalan dengan semen pada titik bekas amblong. Ia menyebut langkah itu merupakan tindakan sementara sampai ada tindakan lebih lanjut dari Bina Marga Dinas PUPKP Bantul.
"Kami lakukan penanganan sementara sambil menunggu dari Bima Marga Bantul. Karena hujan semakin lebat sehingga air menggerus terus. Hari ini kita cor dulu," ucap Rosdiana.
Ia sendiri menampik yang dilakukan instansinya karena Bina Marga lamban bergerak. "InsyaAllah tidak (karena Bina Marga lamban, red)," pungkasnya.
Penanganan awal bekas jalan amblong di Soragan sempat dipertanyakan. Pasalnya tidak dilakukan cutting di lokasi untuk melokalisir areal yang amblong. Sehingga dikhawatirkan penanganan yang dilakukan tidak tahan lama. Hal itu sudah terlihat di awal perbaikan, sesaat setelah lubang pertama ditutup muncul lubang baru di sampingnya dengan diameter yang tak kalah besar.
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |