YOGYAKARTA (wartakonstruksi.id) – Pemkot Yogyakarta bakal melanjutkan penataan kawasan pedestrian. Setelah pedestrian Kotabaru selesai, tahun ini penataan dilanjutkan pada pedestrian Jalan Sudirman. Dana Keistimewaan sebesar Rp 14,5 miliar disiapkan untuk program tersebut.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti ST MT mengungkapkan, penataan pedestrian Jl Sudirman sisi selatan agar dimulai dari Gramedia sampai Mc Donald. Sementara itu penataan di sisi utara akan dimulai dari Pos Polisi sampai dengan Wisma Hartono.
“Konsepnya sama pedestrian, tapi juga ada perbaikan saluran air hujan (SAH), juga ada tamannya. Jadi nanti konsepnya pedestrian dengan taman karena di jalan Sudirman kan lebih luas dari Jl Suroto Kotabaru,†ucap Umi kepada
Warta Konstruksi, Selasa (5/3/2019).
Baca juga:
Menurut Umi, selain perbedaan pada taman penataan Jl Sudirman juga akan menggunakan material baru pada guiding blocknya. Bila di Jalan Suroto guiding blocknya menggunakan material dari bahan alumunium, maka di Jl Sudirman diganti material baru dari bahan granit.
Penggantian material dilakukan berdasar hasil evaluasi penataan di Jl Suroto. Dikawasan itu hanya dalam kurun waktu sepekan setelah dipasang, ternyata sudah banyak guiding block yang hilang karena bahannya memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Selain itu, pihaknya baru mendapat informasi adanya produk baru di akhir tahun. Dari informasi itulah diketahui adanya material berbahan granit yang sudah berbentuk dan siap digunakan. Setelah dikalkulasi secara ekonomis, penggunaan material granit sama saja dengan material alumunium.
“Pemasangan granit juga lebih cepat dan produknya memang ready. Di Yogya juga sudah ada. Soal harga sama saja karena dengan alumunium kan di bawahnya masih ada terasso, jadi ya jatuhnya sama saja. Kalau yang tegel belum ada standar K-nya,†tegasnya.
Seperti halnya yang berbahan alumunium, guiding block dari granit juga terdiri dari dua macam, yakni yang berbentuk bulat dan panjang. Guiding bluk bulat digunakan di bagian ujung sebagai peringatan agar lebih berhati-hati. “Kalau di Surabaya justru pakai yang bulat semua, warnanya juga tidak hanya kuning tapi ada juga yang hitam,†tegasnya.
Disinggung terkait SAH, Umi mengatakan, untuk sisi utara hanya dilakukan pemeliharaan saja sedangkan di sisi selatan termasuk dengan perbaikan. “Tidak ada digusur untuk keperluan penataan pedestrian di Jalan Sudirman. Sisanya penataan kemungkinan dilanjutkan tahun depan. Kami berbagi dengan wilayah untuk menyelesaikan persoalan sosialnya dulu,†tambahnya.
Red
Â
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |