YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com)Â - Progres pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) dengan kapasitas total 700 liter per detik secara fisik telah rampung.
“Progresnya sekarang ini secara fisik sudah selesai, saat ini sedang mempersiapkan uji coba,†jelas Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) DIY Ditjen Cipta Karya, Budi Mulyo Utomo, di kantornya Jl Munggur No 38 Gondokusuman, Yogyakarta, kemarin.
Menurut Budi, kebutuhan air minum terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk namun tidak seimbang dengan ketersediaan air baku. Dari cakupan semula yang hanya sekitar 23 persen untuk kawasan perkotaan Yogyakarta, dengan adanya Kartamantul bisa naikkan mencapai 51 persen.
"Itu mengambil airnya dari sungai Progo dengan sistem Bantar dan sistem Kebonagung," katanya seraya menjelaskan bahwa tahapan pelaksanaan pembangunan SPAM Kartamantul dibagi menjadi dua tahap dengan kapasitas total 700 liter per detik.
Tahap pertama 400 liter per detik, dan tahap kedua Kebunagung 300 liter per detik. Dari 400 liter per detik, dibangun dalam dua fase yakin fase pertama 200 liter per detik dengan pelaksanaan multiyears 2014-2015 dengan dana Rp 80 miliar. Fase dua juga dibangun multiyears 2017-2018 dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar untuk kapasitas 200 liter per detik.
Sedangkan skema pembiayaan Kartamantul, beber Budi, Â melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten/ Kota.
â€Pengadaan intake karena mengambil air baku dari Kali Progo penggangaran melalui APBN yakni Ditjen Sumber Daya Alam (SDA) dalam hal ini pelaksanaannya BBWSSO. Terus pengolahanya sampai reservoar pembagi dikerjakan oleh Cipta Karya. Dari reservoar pembagi ke reservoar optik termasuk water meter dikerjakan Pemprov. Nanti SR (saluran rumah) itu sudah wilayahnya kabupaten,†jelasnya.
Rencana pembagian distribusi dari fase pertama, sebanyak 100 liter per detik disalurkan ke wilayah Bantul, 50 liter per detik ke Sleman, sedangkan  50 liter per detik masuk ke fase ke dua. "Sehingga sebanyak 200 liter per detik masuk ke Krongahan, 50 ke Bantul , trus 200 ke Kota Yogyakarta,†paparnya.
Untuk pelaksanaan tahap dua Kebonagung, Budi mengaku masih menunggu anggaran, meski pembebasan tanah di lokasi telah rampung. â€Harusnya perencanaannya sudah dilaksanakan. Kita tunda sambil menunggu yang ada diserap dulu SR-nya, provinsi  itu sudah mempersiapkan lahannya dan sudah dibebaskan,†pungkasnya.
(Redaksi WK)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |