SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Proses pembangunan gedung baru Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menuai aksi protes warga Padukuhan Mrican, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman. Pihak kampus dinilai telah mengabaikan kesepakatan dengan warga, dengan tidak menyampaikan surat pemeritahuan dimulainya pembangunan, bahkan tanpa ada sosialisasi.
Tidak puas, Jumat (29/6/2018) malam, sejumlah perwakilan warga terdampak yang berasal dari RW 01 dan RW 02, Â dipimpin langsung oleh Dukuh Mrican, Sumarji, mendatangi lokasi untuk memastikan aktivitas proyek tersebut.
Baca juga:
“Saat acara tumpengan April 2018 lalu kami telah mohon kepada Rektor untuk segera mensosialisasikan ke warga, sampai sekarang tidak ditindaklanjuti. Setelah proyek berjalan tanggal 5 Juni kita menghubungi Humas, kami mohon untuk segera meyusuli surat, kalau ada kegiatan kita minta untuk dihubungi, malah sampai pengecoran malam ini tidak ada satu pun surat pemberitahuan,†jelas Sumarji saat dijumpai di lokasi proyek.
[caption id="attachment_1656" align="alignnone" width="1024"]
Dukuh Mrican Sumarji (kanan) didampingi Ketua RW 01 Nanang Suprihana W meninjau lokasi proyek. Foto : Eko[/caption]
Menurut Sumarji, warga merasa terganggu dengan keberadaan alat berat terlebih adanya aktivitas proyek yang berlangsung hingga larut malam. Apalagi pelaksanaanya tanpa ada koordinasi dengan warga. Yang disayangkan, kata dia, belum ada kesepakatan namun proyek  jalan terus.
â€Kita keberatan adanya aktivitas proyek yang berlangsung lembur hingga malam hari. Kita tidak menghambat pembangunan, kita sudah
welcome, tolong ini buat kepentingan untuk menyelamatkan proyek Sanata Dharma,
surat ki abote sepoiro to?â€ungkap Sumarji didampingi Ketua RW 01, Nanang Suprihana W, dan Ketua RW 02 Iksan Abdullah.
[caption id="attachment_1657" align="aligncenter" width="1024"]

Pembangunan gedung baru Fakulas Sastra USD yang dilakukan hingga larut malam diprotes warga sekitar. Foto: Eko[/caption]
Dia berharap pihak kampus maupun pengembang segera melakukan sosialisasi kepada warga. â€Kalaupun belum ada sosialisasi dengan warga, tolonglah dibuatkan surat pemberitahuan dari yayasan, agar ketika pak RT, pak RW ditanya oleh warga bisa memberikan penjelasan sepenuhnya kepada warga terkait aktivitas pembangunan ini,†pintanya.
Sementara pihak Kampus USD melalui Kepala Biro Humas ketika dikonfirmasi wartakonstruksi.com melalui saluran WhatsApp, Jumat (29/6/2018)Â jam 19.22 WIB, tidak memberikan keterangan apapun.
(Redaksi WK)
| Penulis |
: |
| Editor |
: editorwk |