SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Konsep pengelolaan sebuah telagadesa yang telah dipersiapkan sejak lama oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Caturharjo, Sleman akhirnya mentah. Pembangunan telagadesa dengan anggaran Rp 891 juta urung terealisasi karena terbentur persoalan administrasi.
Telagdesa Caturharjo yang berlokasi di Padukuhan Ngangkruk atau tepatnya di tepi Jalan Magelang Km. 15 merupakan salah satu dari empat telagadesa yang gagal dibangun tahun ini karena persoalan administrasi.
Baca juga:
Seiring rencana pembangunan Telagadesa Caturharjo, pihak Pemdes ternyata sudah merencanakan disain berupa
rest area dengan view telagadesa di tanah kas desa (TKD) seluas 4.000 meter persegi itu. Di sisi lain lahan tersebut terhitung tidak produktif bagi aktivitas pertanian.
“Tadinya kami berencana mendirikan rest area, jogging track dan kios-kios pedagang, harapanya dapat mengangkat perekonomian warga sekitar". Muh Rafingi, Kades Caturharjo.
“Tadinya kami berencana mendirikan
rest area, jogging track dan kios-kios pedagang, harapanya dapat mengangkat perekonomian warga sekitar. Selain itu dari segi pemanfaatan bangunan itu nantinya dimanfatkan pula untuk penampungan air, dengan cara membendung kali Nyo yang aliran airnya melintas lahan itu,†terang Kepala Desa Caturharjo Muh. Rafingi kepada
wartakonstruksi.com belum lama ini.
Rafingi mengaku kecewa lantara proyek gagal direalisasikan padahal pihaknya sudah menyiapkan banyak hal. “Kita sudah menyiapkan semuanya,
le ngolekne persyaratan izin tanah saja sampai nabras-nabras dan pihak pemborong sudah datang ke lokasi pada bulan Oktober kemarin,†katanya.
(Eko Purwono)
Data proyek :
Nama kegiatan : Telagadesa Caturharjo
HPS : Rp 1.199.844.000,00
Pemenang lelang : CV. ANEKA ADIJASA
Penawaran : Rp 891.229.000,00
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |