Pemeliharaan Murah, PU Sleman Pilih Rigid Beton untuk Jalan di Perbukitan dan Akses Wisata
Jumat, 15 Maret 2019 07:55 WIB

Rigid Beton Sleman

SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman memilih rigid beton untuk membangun ruas jalan di daerah perbukitan. Rigid beton juga jadi pilihan untuk jalan akses daerah wisata dan daerah wisata Merapi. Pernyatan ini diungkap Kepala DPUPKP Sleman Ir Sapto Winarno MT saat mendampingi Bupati Sleman pada peresmian 15 paket peningkatan jalan dan pembangunan 4 jembatan dengan total anggaran Rp 101 miliar lebih. Peresmian dilakukan di Balkondes Breksi, Kamis pagi. Sapto mengungkapkan, pemilihan rigid beton untuk pembangunan ruas jalan perbukitan dan akses wisata dikarenakan mempunyai usia yang lebih tahan lama dibandingkan dengan aspal, dengan pemelihaaraan yang murah. “Dengan cor invest mahal, tapi pemeliharaan murah, dan daya tahan lebih lama,” katanya. [message title="Baca Juga :" title_color="#ffffff" title_bg="#515151" title_icon="fa-book-open" content_color="#0c0c0c" content_bg="#dddddd" id=""] [/message] Sapto pun berharap, warga masyarakat dapat ikut berperan dalam pemeliharaan jalan yang sudah dibangun. Caranya sederhana saja, yaitu cukup hanya dengan melakukan pelaporan melalui Lapor Sleman jika mendapati jalanan yang rusak untuk segera ditangani. Pemilihan rigid beton untuk wilayah yang dinilai kritis sempat diungkap Sapto pada Oktober tahun lalu. Pernyataan itu muncul setelah adanya kerusakan pada ruas jalan Banjarsari-Butuh, Cangkringan, Sleman. Pekerjaan peningkatan jalan itu sia-sia karena terus dirusak dump truck dengan muatan berlebih tanpa pengawasan berlanjut.

Aspal di jalan Banjarsari-Butuh ini tak kuat menahan bobot kendaraan pengangkut pasir yang melebihi kapasitas. Foto: Dok WK diambil Oktober 2018

Menyedihkan memang. Jalan tersebut digarap melalui pekerjaan peningkatan jalan paket 7. Anggaran yang digelontor untuk pekerjaan yang digarap CV Bima Sakti itu sebesar Rp 2.128 miliar dari APBD Kabupaten Sleman tahun 2017. Sayang kondisi jalan, pada beberapa bagian mengalami kerusakan. Saat itu, tim wartakonstruksi.com menyempatkan melihat langsung kondisi jalan. Hasilnya di lokasi terlihat jelas pada jalan menurun di dekat jembatan, jalan mengalami kerusakan parah. Jalan bergelombang lumayan dalam. Lapisan aspal mengelupas dan jalan amblas lumayan dalam. Sehingga dump truck yang melintas pun harus melaluinya perlahan.

Ir Sapto Winarno MT, Kepala Dinas PUPKP Sleman. Foto: Dok WK

Kondisi jalan yang cukup parah ini terlihat setidaknya sepanjang 50 meter. Kondisi jalan pun kian mengkhawairkan karena lalu lintas dump truck pengangkut material pasir maupun batu cukup padat. Dari hasil perhitungan kasar media ini di lapangan, dalam 5 menit saja tercatat ada 12 dump truck bermuatan material pasir dan batu yang melintas. Sebagian besar masuk kategori overweight alias kelebihan muatan. Kini rigid beton jadi pilihan untuk jalan-jalan kritis seperti di atas. Walau pun pemilihan ini bukan tanpa kekurangan. Di samping biaya awal yang mahal, kualitas jalan beton ini sangat tergantung proses pelaksanaannya. Perbaikan jalan beton juga butuh biaya besar dan lama. Kemudian permukaan jalan beton yang keras juga kurang nyaman untuk berkendara terutama dalam jarak yang jauh.
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News