- Oalah, Marka Jalan Mleyot di Bugisan Selatan Ternyata Punya Dishub Bantul
- Waktu Habis, Proyek Telagadesa Baturetno Masih Belum Tuntas
- Tidak Rutin Disedot, Septic Tank Malioboro Berpotensi Jadi Bom Waktu
â€Kalau tidak mendaftarkan diri pada SIKaP kami tidak bisa. Jadi tidak  bisa lagi seperti dulu hanya berdasarkan dipakai orang lain, sekarang akan kelihatan siapa yang mendaftarkan akan terlihat, bahkan kita bisa memberikan point-point penilaian terhadap penyedia yang hasilnya baik†- Ir Sapto Winarno MT, Kepala DPUPKP Sleman.Sapto mengungkapkan, pihaknya sengaja menggandeng Bank BPD DIY karena realita di lapangan masih saja dijumpai rekanan atau penyedia jasa yang terkendala persoalan pendanaan. Hal ini sejalan karena Bank BPD DIY memiliki program yang mempermudah kendala itu. â€Asalkan ada SPK atau kontrak yang telah ditandatangani, itu bisa dijadikan dasar pihak bank untuk mengakses modal dengan aturan yang telah ditentukan. Sehingga tidak ada lagi alasan bahwa rekanan ini kekurangan modal,†paparnya.
Nur Iswantoro, Pemimpin Divisi Perkreditan Kantor Pusat Bank BPD DIY mengatakan, pihaknya sangat mendukung proyek pembangunan yang dilaksanakan di wilayah Sleman dengan mensupport pendanaan bagi rekanan yang tengah mengerjakan proyek pemerintah tersebut.
â€Jadi bagi para rekanan yang mungkin ada keterbatasan dana, kami siap membantu dengan persyartan yang sangat ringan dan mudah. Nanti sumber pembayaran kredit berasal dari pemotongan termin yang diperoleh sehingga para rekanan diharapkan tidak ada alasan lagi kekurangan dana untuk menyelesaikan pekerjaan,†katanya.
Acara yang digagas DPUPKP Sleman dengan dukungan sepenuhnya Bank BPD DIY Cabang Sleman ini diikuti 85 penyedia jasa. Kegiatan menghadirkan narasumber di antaranya Ruling Yuliyanto S.Sos dan Yudiarto Setiawan ST M Eng dari Bagian Layanan Pengadaan (BLP) DIY dan ULP Sleman. Eko P/Sodik/Dodi P