SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Sarana Prasarana yang memadai dibutuhkan guna mendukung proses belajar mengajar yang maksimal. Karenanya pemeliharaan dan perbaikan sarana prasarana yang rusak mutlak diperlukan agar kegiatan akademik tidak terganggu.
Guna mendukung hal itu, Dinas Pendidikan Sleman pada tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur di 55 titik. Demikian diungkapkan Sri Adi Marsanto ST MA selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Disdik Sleman.
“Rencananya ada sebanyak 55 lokasi untuk sekolah negeri dan swasta, namun porsinya tetap lebih banyak untuk sekolah negeri daripada swasta,†terang Adi kepada
Warta Konstruksi, kemarin.
Baca juga:
Menurut dia, konsep dan jenis pelaksanaan akan dikerjakan secara swakelola melalui panitia pembangunan sekolah atau P2S. Saat ini masih  disusun dalam tim pengadaan dan permohonan pendampingan TP4D Kejari Sleman, selanjutnya tayang di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP).
“Pengadaan langsung pun kita pakai online, bukan
ujug-ujug ono wong dolan di wenehi gawean. Kita telah menerapkan pada anggaran perubahan 2018 sesuai amanat perpres 16/2018. Nanti tayang di SIRUP sejumlah by name sesuai proposal yang masuk,†jelasnya.
Adi menjelaskan, dari dana Rp 7,5 miliar tersebut, akan dialokasikan untuk jenjang PAUD/TK sebesar Rp 1,36 miliar, tingkat SD Rp 4,2 miliar dan tingkat SMP senilai Rp 2 miliar.
â€Penggunaan anggaran untuk pekerjaan meliputi sarpras, seperti rehab ruang guru, rehap kamar mandi, hanya kecil-kecil untuk rehap toilet sekitar Rp 5 jutaan, yang paling besar Rp 190 juta untuk pembangunan ruang kelas,†katanya.
(Eko Purwono/Sodik)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |