SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Upaya mendapatkan desain yang terbaik pada sebuah bangunan kontruksi, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menggandeng Ikatan Arsitek Indoesia (IAI) DIY menginisiasi  sayembara disain prarancang Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman atau Gedung Kantor Bupati, memperebutkan total hadiah Rp 175 juta.
Meski lomba prarancangan (schematic design)  baru kali pertama digelar di  Sleman, akan tetapi jumlah peserta yang terlibat cukup tinggi, tercatat  51 peserta berasal dari seluruh Indonesia.
Kepala Dinas PUPKP Sleman Ir R Sapto Winarno MT mengatakan, wacana ke depan lomba tidak hanya digelar untuk bangunan kantor Bupati namun juga bagi kantor-kantor lain. Hasil lomba bisa menjadi alternatif pilihan untuk digunakan.
Baca juga:
â€Kita bikin gedung sekaligus yang bagus gitu lho, kalau disainnya bagus kita ngak bosen lihatnya. Sekarang kita lombakan disain untuk bangunan kantor Bupati, nanti juga untuk bangunan yang lain seperti RS Prambanan. Dengan lomba ini kita bisa memilih,†kata Sapto.
Panitia sekaligus Ketua IAI DIY, Ahmad Saifudin Mutaqi IAI AA menjelaskan bahwa pihaknya di daerah memegang peran untuk mendorong masyarakat dan pemerintah yang memiliki potensi untuk membangun fasilitas publik, sehingga tercipta pembangunan dengan disain baik diri semua aspek sudut sesuai yang dinginkan stakeholder.
“Kita mesti medorong kepada mereka, dengan melibatkan para arsitek untuk menghasilkan suatu karya disain, salah satu mekanismenya dilakukan dengan cara lomba seperti ini, ini hasilnya akan melahirkan sesuatu karya disain terbaik,†terangnya.

Penjurian tahap pertama dilangsungkan di aula lantai II Kantor DPUPKP Jl. Magelang, Tridadi Sleman, di hadapan Dewan juri yang terdiri dari Ir Munichy B Edrees March, Ir Eko Agus Prawoto M Arch, Ir Yori Antar , Ir Adi Utomo Hatmoko M Arch , Prof Totok Roesmanto M.Eng, Ir R Sapto Winarno dan Ir Dwi Anta Sudibya.
Menurut dia, salah satu indikator keberhasilan suatu sayembara desain itu tergantung juri dan cakupan jumlah  peserta. Jika juri yang dipilih cukup canggih dan hebat maka karya hasil lomba juga akan hebat.
â€Juri kita di antaranya Yori Antar, dia arsitek top Indonesia kemudian Pak Munichy beliau ini ketua kehormatan IAI nasional lalu ada Adi Utomo terbiasa menangani bangunan-bangunan besar. Selanjutnya berkaitan peserta, semakin banyak peserta maka diharapkan yang masuk juga peserta hebat, tentunya setelah melewati persyaratan khusus,†ungkap dia.
Nantinya, lanjut dia, seluruh peserta akan mengikuti tahapan seleksi hingga  dipilih 5 besar, selanjutnya akan memasuki penjurian tahap 2 pada 13 November mendatang. â€Penjurian tahap dua dengan anggota juri yang sama ditambah Bapak Bupati Sleman, ada proses display juga. Melalui penilaian ini akan dipilih juara terbaik 1,2,3,†terangnya.
Juga akan dipilih juara harapan 1 dan 2. Juara lomba atau terbaik pertama mendapatkan hadiah uang tunai Rp 125 juta, Rp 30 juta terbaik kedua, Rp 15  terbaik ketiga dan juara harapan 1 dan 2 masing-masing Rp 2,5 juta,†pungkasnya. Eko Purwono
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |