Prihatin, Hampir Setahun Talud Ini Dibiarkan Jebol dan Tak Diperbaiki
Sabtu, 29 September 2018 17:12 WIB

talud jebol 1

KULONPROGO (wartakonstruksi.id) – Sebuah talud yang berada tak jauh dari jembatan penghubung antara Brosot (Kulonprogo) dengan Srandakan (Bantul), jebol. Talud yang berada di pinggir Sungai Progo di wilayah Brosot, jebol hampir setahun yang lalu dan belum tersentuh perbaikan. "Ya harus dibenahi karena kondisinya mengkhawatirkan. Sudah hampir setahun atau sekitar lebih dari 10 bulan rusaknya. Tapi kalau bolongnya sudah lama itu, sekitar dua tahunan," ucap Ponco (48) warga Brosot saat ditemui wartakonstruksi.id, Sabtu (29/9/2018). Ponco menerangkan, bolong dan jebolnya talud sungai terjadi karena banyak alat berat yang turun ke Sungai Progo. Alat-alat yang memperparah kerusakan itu adalah alat berat berupa bachoe alias bego dan diesel sedot pasir. Baca juga: Dia menerangkan, di dekat talud rusak itu dahulu terdapat "dronjong" namun saat ini sudah hilang karena disedot mesin diesel. Menurutnya, tanah dan pasir langsung habis apabila disedot mesin diesel. Di seberang Sungai Progo, tepatnya di daerah Srandakan masih terlihat talud berdiri, namun di bawahnya juga terlihat bolong. Ponco memprediksi, cepat atau lambat, talud di seberang sungai itu akan rusak juga apabila tidak segera diperbaiki. Ponco pun sangat berharap agar pemerintah cepat memperbaikinya. Terkait penambangan pasir, dia berharap alat-alat berat jangan sampai masuk ke Sungai Progo karena sangat cepat merusak sungai. Saat ini penambangan pasir banyak dilakukan di wilayah Nepi, Kranggan, Jati, dan Banaran. Sedangkan wilayah Brosot saat ini hanya untuk lewat truk-truk pengangkut pasir dan alat berat. "Kasihan yang rakyat kecil. Kalau rakyat kecil pakai diesel yang 5 PK, ngeruk pasirnya paling dalam 1,5 meter sudah enggak kuat. Kalau diesel besar penyedot itu, tinggal maunya berapa bisa nyedot," keluh Ponco. Dia melanjutkan, aliran Sungai Progo semakin lama juga semakin sedikit. Dasar sungai turun mengakibatkan debit air sungai yang juga turun. Dampak lainnya, saat Idul Fitri 2018 lalu, hampir satu desa kehabisan air sumur. Seorang pemancing, Paijo (30) menambahkan, talud yang rusak itu membahayakan para pemancing dan orang-orang yang melewati sekitar reruntuhan. "Semoga bisa diperbaiki atau diperbarui lagi agar lebih kuat. Kalau enggak diperbaiki bisa merembet ini," ujar Paijo
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News