YOGYAKARTA ( wartakonstruksi.com) – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) DIY Tahun 2018 mendekati akhir. Dalam pelaksanaannya, banyak hambatan yang dihadapi penerima bantuan mulai dari faktor tradisi hingga ketersediaan dana swadaya yang habis sebelum pekerjaan selesai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya SNVT Penyediaan Perumahan DIY, Ignatius Sudarno ST MT membenarkan adanya kendala dalam realisasi program yang digulirkan setiap tahun. Meski begitu ia optimistis program dengan total anggaran Rp 42 miliar untuk 2.800 sasaran, selesai sesuai jadwal.
Menurut Sudarno, salah satu contoh kendala dalam implementasi program terjadi di Kabupaten Bantul. Di sini, ada 10 penerima bantuan (PB) yang belum mencapai 100 persen lantaran memegang adat istiadat atau tradisi. Tradisi dimaksud adalah dengan tidak melakukan proses pembangunan di bulan Sura.
Baca juga:
Persoalan lain, kata dia, proses droping material yang terlambat serta pekerjaan yang dikerjakan sendiri. Akibatnya tenaga kerja tidak sebanding dengan volume rumah yang dikerjakan,†terang Sudarno belum lama ini.
Kendala berbeda dialami penerima di Gunungkidul. Di sini pembangunan belum bisa dilaksanakan 100 persen karena penerima kehabisan dana swadaya. “Kami tetap mengupayakan agar program terus berjalan. Ini kan kelompok, itu menjadi tanggung renteng. Biasanya kita libatkan dukuh dan kades atau dengan solusi digotong- royongkan,†sambungnya.
Secara keseluruhan, realisasi program BSPS Tahun 2018 tersisa 158 unit yang masih belum tuntas karena terkendala jendela dan pintu. Kendati begitu, persoalan akan segera teratasi mengingat jendela dan pintu telah dipesan sebelumnya.
(Redaksi WK)
Data Program BSPS 2018
Anggaran : Rp 42 miliar
Penerima : 2.800 (2.161 periode 1), (639, periode 2)
Bantul : 595 penerima
Gunungkidul : 865 penerima
Kulonprogo : 556 penerima
Sleman : 420
Realisasi per Oktober : 2.642 selesai, sisa 158
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |