Program BSPS 2018 di Gunungkidul: Selesai 100 Persen, Dana Swadaya Tembus Rp 60 Juta
Jumat, 09 November 2018 08:35 WIB
GUNUNGKIDUL (wartakonstruksi.com) – Proses pembangunan fisik program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2018 di wilayah Gunungkidul telah selesai dikerjakan. Dari hasil pantauan di lapangan, dana swadaya pada program ini bisa menyentuh angka Rp 60 juta. Wartakonstruksi.com, Kamis (8/11/2018) berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi penerima bantuan bersama SNVT Penyediaan Perumahan DIY, dan Tim TP4D Kejaksaan Tinggi DIY. Dari hasil pantauan terlihat rumah yang digarap melalui program ini selesai dengan baik. Baca juga: Dari rumah-rumah itu, ada rumah yang ukurannya menjadi lebih kecil namun konstruksi bangunan permanen, da nada juga yang rumahnya menjadi lebih besar. Ruma milik Gito Gino, 66, di Desa Hargosari, Tanjungsari misalnya, rumah yang semula berbentuk limasan berubah menjadi rumah biasa. Arah depan rumah pun ikut berubah, dan ukurannya dari semula 6x9 menjadi 6x8. Rumah Gito Gino awalnya hanya berdinding kalsiboard, kini berganti batako.

Rumah milik Gito Gino, salah satu penerima manfaat program BSPS 2018. Foto: Sodik

“Swadayanya sekitar Rp 15 jutaan belum termasuk tukang. Tabahannya banyak, ada usuk, reng dan lainnya. Yang bekerja ada satu tukang dibantu satu tenaga dan pemilik rumah,” ucap Gito Gino. Rumah milik Wagino lebih besar lagi. Rumah berbentuk limasan itu disulap menjadi rumah yang terkesan cukup megah dari luar. Pria kelahiran tahun 1967 itu mengungkapkan, dana swadaya untuk menyelesaikan rumahnya tak kurang dari Rp 25 juta.

Rumah limasan milik Wagino, tetap mempertahankan bentuk bangunan aslinya. Foto: Sodik

Rumah Wartoyo, juga tampil baru. rumah yang semula berlantai tanah kini sudah disemen, dinding ‘gedeg’ juga berubah menjadi batako. Di bagian dalam ada tiga kamar namun baru satu yang memiliki pintu. Sedangkan kamar mandi berada terpisah di luar rumah. Tim juga melihat rumah milik Ngadiyo, 57. Rumah berbentuk limasan berukuran 11,5 x7 meter ini telah selesai dibangun. Dinding gedek berubah menjadi batako. Pada bagian depan bahkan sudah dihaluskan dan dicat warna biru. Untuk menyelesaikan rumah ini, total dana swadaya yang dihabiskan tak kurang dari Rp 35 juta.

Rumah Wartoyo, dinding gedeg berubah menjadi batako dan lantai tanah kini disemen. Foto: Sodik

Sementara itu, rumah milik Tukiman warga Bantalwatu 2, Sumberwungu, Tepus berubah 100 persen. Tidak hanya dari sisi ukuran, tampilan rumah juga berubah drastis. Yang menarik, rumah Tukiman dibangun di samping rumah lama. Sepintas tidak terlihat jika rumah itu adalah rumah penerima bantuan program BSPS. Untuk menyelesaikan rumah ini, dana swadaya yang digunakan tidak sedikit. Bahkan berlipat dari rumah-rumah lain yang dikunjungi tim. Dana swadaya rumah Tukiman menyentuh angka Rp 60 juta, terbesar dari hampir 10 rumah yang didatangi tim.

Dana swadaya rumah Ngadiyono ini dua kali lipat lebih dari dana stimulan pada program BSPS. Foto: Sodik

Samyono SH, dari tim TP4D mengungkapkan, dari sisi yuridis banyak rumah hasil bantuan program BSPS belum sesuai, namun dari sisi manfaat tidak ada masalah. “Rumah-rumah ini bermanfaat untuk masyarakat. Mereka senang rumahnya baru dan lebih layak dari sebelumnya,” ucap Sam. Ignatius Sudarno ST MT mengungkapkan, seluruh sasaran program BSPS sudah selesai direalisasikan. Sisanya hanya tinggal menunggu laporan administrasi. “Tapi teknisnya nanti warga penerima manfaat akan dibantu pendamping. Untuk tahun ini semuanya sudah selesai,” katanya. (Redaksi WK) Data Program BSPS 2018 Anggaran : Rp 42 miliar Penerima : 2.800 (2.161 periode 1), (639, periode 2) Bantul : 595 penerima Gunungkidul : 865 penerima Kulonprogo : 556 penerima Sleman  : 420 penerima  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News