Salah satu sudut bagian dalam stadion Mandala Krida yang tengah digarap PT Sasmito selaku kontraktor pelaksana. Foto: Arif K Fadholy
Menurut Wahyu, pengerjaan stadion ini lebih mudah daripada membangun gedung bertingkat karena menunggu lantai dasar jadi terlebih dahulu. Pekerjaan stadion dibagi per zona dan dilakukan berbarengan antara yang berada di dalam dan luar stadion. Di bagian dalan, pengerjaan seperti pemasangan rumput dan lintasan saat ini on progres. Sedangkan di bagian luar menunggu pengerjaan aspal selesai. "Kalau lintasan itu jadinya cepat, kalau lapangan kan nunggu rumputnya tumbuh dulu. Kalau rumput paling Desember sudah kelihatan, soalnya medianya pasir, bukan tanah jadi agak lama tumbuhnya," terangnya. Lapangan, kata Wahyu, bisa digunakan ketika akar rumput sudah kuat. Apabila dipaksanakan sebelum waktunya dipakai, maka rumput akan mudah copot dan rusak.
Dwi Wahyu, konsultan pengawas proyek pembangunan Stadion Mandala Krida. Foto: Arif K Fadholy
Secara umum, lanjut dia, tidak ada kendala terkait pembangunan stadion. Meski ia menyebut ada masalah detail seperti pengerjaan di lapangan tidak semuanya sama persis dengan yang ada digambar. Dicontohkan misalkan tinggi beton di gambar ukurannya panjangnya 50 cm, namun tidak bisa dibuat sama persis saat dipasang. “Pas tanahnya digali ada benda macam-macam sehingga ukuran harus disesuaikan kondisi tanah. pembangunan di dalam tahan itu tidak bisa diprediksi,†ungkapnya. Dia menambahkan, tahapan yang sedang berlangsung saat ini bukanlah tahap akhir. Masih ada pekerjaan lain yang menunggu seperti pemasangan lampu stadion dan food court yang akan masuk tahap berikutnya. Jurnalis : Arif K Fadholy Editor    : Sodik Â| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |