- Pemdes Sudah Rancang Fasilitas Pendukung, Eh Telagadesa Gagal Dibangun
- Irigasi Glagah Kidul Dikeluhkan, Kontraktor Klaim Sudah Sesuai Ketentuan
- Telagadesa Baturetno: Tinggal Satu Bulan, Pekerjaan Baru 44 Persen
"Satu contoh, pintu mau masuk sisi barat, itu jeglek (curam) banget. Saya minta tambahan biar landai. Kasusnya kan gitu, dulu mobil sedan aja gak bisa masuk". Edy Wahyudi, Kepala BPO DIY.Kemudian, lanjut dia, pihaknya juga berfokus menata lingkungannya, di antaranya merapikan drainase. Karena saat ini sudah masuk musim hujan, sehingga drainase harus lancar. “Di bagian dalam stadion, hanya bagian rumput yang belum sempurna. Tapi hanya menunggu masa pemeliharaan. Nanti bisa dipakai sekitar enam bulan lagi,â€terangnya. Selain itu, yang masih ditunggu adalah terkait pelistrikan. Dia menegaskan, PLN mengadendakan sambungan listrik pada minggu ini. Kalau sudah tersambung listrik, maka alat penyiraman rumput lapangan yang disebut water sprinkle system bisa digunakan.

Edy Wahyudi, Kepala BPO DIY. Foto: Arif K Fadholy
"Alat itu otomatis, ketika alat itu membutuhkan penyiraman, maka akan keluar air untuk menyiram. Semua piranti alatnya sudah ada, tinggal nunggu listrik masuk saja. Kemarin sudah kami coba pakai diesel (jenset), alhamdulillah bisa," imbuh Edy. Terkait penerangan lampu stadion, Edy melanjutkan, nantinya lampu akan mengikuti atap tribun seperti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta yang memakai lampu LED. Namun, lampu tersebut akan dipasang tahap berikutnya sekitar tahun 2020. (Arif K Fadholy)