Proyek Stadion Mandala Krida: Pintu Sisi Barat Sempat Dikeluhkan Terlalu Curam
Selasa, 13 November 2018 22:15 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Pekerjaan bagian dalam Stadion Mandala Krida. Pada bagian ini hanya tinggal menunggu rumput lapangan tumbuh sempurna. Di sisi lain, sempat ada keluhan lantaran pintu masuk sisi barat dinilai terlalu curam. Jurnalis wartakonstruksi.com coba mengorek informasi terkait progress pekerjaan senilai Rp 28,8 miliar yang digarap PT Sasmito. Tapi sayang, tidak ada informasi penting yang bisa digali. Ari, salah satu konsultan pengawas proyek enggan memberikan komentar. Ia beralasan tidak memiliki wewenang memberikan informasi apa pun. Pernyataan ini cukup aneh mengingat statusnya sebagai pengawas proyek. "Ke Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY saja. Kami tidak ada wewenang untuk memberikan informasi apapun," ujar Ari, Selasa (13/11/2018). Baca juga: Ari juga sempat menghubungi Kepala BPO, Edy Wahyudi. "Mas-nya ditunggu di sana. Nanti ketemu pak Edy Wahyudi, beliau kepalanya. Beliau juga pejabat pembuat komitmen (PPK)," terang Ari. Tak selesai di situ, Ari juga melarang jurnalis media ini untuk mengambil gambar stadion. Entah ingin menutupi sesuatu atau tidak paham regulasi keterbukaan informasi terutama pada kegiatan yang menggunakan duit rakyat, Ari memilih menyarankan meminta ke BPO. Edy Wahyudi yang ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, saat ini pihaknya berfokus merapikan areal luar stadion."Satu contoh, pintu mau masuk sisi barat,  itu jeglek (curam) banget. Saya minta tambahan biar landai. Kasusnya kan gitu, dulu mobil sedan aja gak bisa masuk," ucap Edy.
"Satu contoh, pintu mau masuk sisi barat,  itu jeglek (curam) banget. Saya minta tambahan biar landai. Kasusnya kan gitu, dulu mobil sedan aja gak bisa masuk". Edy Wahyudi, Kepala BPO DIY.
Kemudian, lanjut dia, pihaknya juga berfokus menata lingkungannya, di antaranya merapikan drainase. Karena saat ini sudah masuk musim hujan, sehingga drainase harus lancar. “Di bagian dalam stadion, hanya bagian rumput yang belum sempurna. Tapi hanya menunggu masa pemeliharaan. Nanti bisa dipakai sekitar enam bulan lagi,”terangnya. Selain itu, yang masih ditunggu adalah terkait pelistrikan. Dia menegaskan, PLN mengadendakan sambungan listrik pada minggu ini. Kalau sudah tersambung listrik, maka alat penyiraman rumput lapangan yang disebut water sprinkle system bisa digunakan.

Edy Wahyudi, Kepala BPO DIY. Foto: Arif K Fadholy

"Alat itu otomatis, ketika alat itu membutuhkan penyiraman, maka akan keluar air untuk menyiram. Semua piranti alatnya sudah ada, tinggal nunggu listrik masuk saja. Kemarin sudah kami coba pakai diesel (jenset), alhamdulillah bisa," imbuh Edy. Terkait penerangan lampu stadion, Edy melanjutkan, nantinya lampu akan mengikuti atap tribun seperti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta yang memakai lampu LED. Namun, lampu tersebut akan dipasang tahap berikutnya sekitar tahun 2020. (Arif K Fadholy)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News