- Satker PSPAM Siap Suplai Air ke Bandara Baru, Lokasi Reservoir Belum Pasti
- Soal Pemenuhan Air DIY, Ir Djayadi: Sumur Resapan Lebih Efektif dari Bendung
- Punya 200 PAMDes, Bantul Sinergikan Pengelolaan Air Bersih

Kasi Prasarana dan Sarana Dasar Permukiman Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo di sela acara. Foto: Eko P
Menurut dia, melalui pelatihan diharapkan para peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan dan teknologi berkaitan pengelolaan air bersih. “Kita undang sebanyak 300 pengurus kelompok air bersih. Acara kita bagi menjadi tiga sesi mulai Selasa hingga Kamis 7-9 Agustus, tiap sesi kita undang 100 peserta, melalui kegiatan ini diharapkan peserta akan mendapatkan tambahan ilmu mengenai pengelolaan  air bersih di perdesaan,†katanya. Sementara salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan Sleman, Sutanto mengungkapkan, dibutuhkan tata laksana pengawasan air minum dari sisi kuantitas dan kualitas kesehatan sesuai yang dipersyaratkan dalam Permenkes Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010. Berita lainnya: â€Perlu kiranya dilakukan peningkatan kualitas air bersih menuju standar kualitas air minum,yakni memenuhi syarat fisik, kimia dan kandungan mikrobiologi. Sehingga air yang dikonsumsi mengandung mineral dalam kondisi normal dan tidak mengandung bakteri patogen yang membahayakan,†ungkap dia. Sutanto menambahkan, menurut  data hasil pengendalian dan  pengawasan pada sejumlah 36 Pamdes yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman sebanyak 16 dinyatakan baik. â€Volume air yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan minimal sebanyak 60 liter per orang per hari. Diantara 36 pamdes, sebanyak 16 kelompok masuk kriteria baik,†pungkasnya. (Redaksi WK)