SLEMAN (wartakonstruksi.id) - Sebagai upaya optimalisasi layanan, Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) akan melanjutkan pembangunan gedung yang sebelumnya telah dibangun struktur konstruksinya. Tidak hanya gedung, RSA UGM juga melengkapi fasilitas berupa tempat ibadah.
“Kita masih punya dua gedung yang belum jadi, kemarin dari Pak Direktur dan direksi menyampaikan pembangunan tahun ini,†terang Sri Nenggih Wahyuni SIP selaku Kepala Instalasi Pemasaran, Hubungan Masyarakat, Informasi dan Layanan Pelanggan RSA UGM kepada media ini, Jumat (8/2/2019).
Baca juga:
Meski belum bisa menyebutkan nominal anggarannya, Nenggih memastikan anggaran dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) akan dikucurkan untuk perampungkan gedung tersebut. â€Soal besaran rupiah saya malah belum mengetahui, tapi nanti lelangnya melalui LPSE UGM,†terang Nenggih.
Perihal pemanfaatanya, menurut dia, nantinya gedung akan diberdayakan untuk layanan poli jantung, penyakit dalam dan HD (hemodialisis). â€Karena di RSU UGM itu kan kluster, jadi akan dikembangkan di gedung itu antara lain untuk poli jantung. Diharapkan dapat dioptimalkan dan dimaksimalkan kapasitas layanan kepada masyarakat, selain memanfaatkan lahan yang sudah disiapkan,†bebernya.

Pekerjaan lainnya, di pintu masuk bagian selatan tengah dilakukan rehab pada bagian atap berupa penggantian plafon. Kegiatan itu merupakan rehab dan perawatan rutin. “Agar tidak terganggu pengunjung dapat memanfaatkan pintu bagian utara dan lebih nyaman karena lebih dekat dengan parkir mobil,†terangnya.
Dibagian lain, pihak RSA UGM sedang melakukan penambahan sarana prasarana ibadah berupa masjid seluas 200 meter persegi. Saat ini, tempat ibadah sudah ada di lantai 1, namun yang berbentuk masjid, baru dibangun dengan dana donasi dan sumbangan yang dikelola takmir masjid.
Eko Purwono
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |