SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Penambahan fasilitas bangunan penunjang pada bagian halaman depan Kantor Pelayanan Pajak Dearah  (KPPD) DIY atau Samsat di Kabupaten Sleman belum sepenuhnya optimal, anggaran senilai Rp 5,8 miliar terserap guna merampungkan proyek di Jalan Magelang Km 12,5 Krapyak, Triharjo, Sleman.
Pantauan
Warta Konstruksi di lapangan, salah satu bagian bangunan berupa Kantin Samsat Sleman dan  pos-pos belum nampak dimanfaatkan. Sementara itu pekerjaan proyek sudah diserahterimakan dari pihak kontraktor dan kini menjadi aset daerah.
[message title="Baca Juga :" title_color="#ffffff" title_bg="#515151" title_icon="fa-book-open" content_color="#0c0c0c" content_bg="#dddddd" id=""]
[/message]
“Bangunan penunjang di bagian depan belum diresmikan, itu sebenarnya sudah dalam tahap dikontrakkan pada pihak ketiga, meliputi kantin yang berada di lantai dua, kemudian ada ATM center. Saat ini dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan,†ujar Kepala Seksi (Kasi) Pelaporan dan Penagihan Samsat Sleman, Totok Jaka Suwarta SH, kemarin.
Kedepan, terang dia, layanan Drive Thru rencananya akan dipindahkan di bagian depan, masyarakat wajib pajak tidak perlu parkir kendaraan. â€Jadi drive thru tidak usah membayar parkir, langsung ke pintu masuk belok kanan lalu keluar lagi, sedangkan yang mengurus pajak lima tahunan tetap ke bawah,†terang Totok.

Dia melanjutkan, sebelum pengerjaan proyek, pihaknya telah melayangkan analisis dampak lalu lintas (andalalin) ke Kementrian Perhubungan RI berkaitan bangunan yang didirikan di atas tanah seluas 1,1 hektar ini.
â€Bangunan kita sudah mundur jauh dari jalan. Sekarang ini kami sedang mengajukan izin ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman untuk pelebaran jalan pada pintu keluar, yang otomatis akan merubah taman, karena kalau yang cek fisik bus atau truk saat keluar kesulitan mengambil haluan saat menuju jalan Magelang,†terangnya.
Dia berharap dengan gedung baru dan penambahan fasilitas, layanan di KPPD DIY di Sleman akan lebih optimal.
Eko P
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |