- Penambang Kecewa, Potensi Kulonprogo Tak Terakomodir untuk Kebutuhan Bandara NYIA
- MENYEDIHKAN : Kulonprogo Punya Proyek Bandara, Tapi Warga dan Pengusaha Lokal Hanya Jadi Penonton
- Catat, Rekomendasi Tata Ruang Tambang di Kulonprogo Bisa Keluar 10 Hari
“Justru usaha-usaha pendukung tersebut yang masih sangat besar peluangnya. Pekerja yang terlibat langsung pada proyek ini bisa mencapai 6.000 orang yang butuh makan, butuh minum, butuh hiburan, butuh kendaraan, dan lain sebagainya". Taukhid., Pimpinan Proyek Bandara NYIA.Ketua BUMDES Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Iskandar mengatakan, sampai saat ini belum ada solusi jitu terkait keterlibatan warga Kulonprogo dalam pembangunan Bandara NYIA. "Solusi untuk tidak menjadi penonton tidak ada. Pengusaha saja tidak bisa masuk, apalagi kita warga biasa," kata Iskandar. Dia berharap agar cita-cita warga Kulonprogo terkait pembangunan bandara tersebut menjadi nyata. Harapan lainnya agar komunikasi antara pihak Angkasa Pura 1, Pemda setempat, dan warga lokal dapat lebih baik lagi ke depannya. Ketua LSM Gerbang Bintang Selatan (GBS), Gendut Minarto menambahkan, pihaknya mendesak agar warga Kulonprogo lebih diperhatikan lagi. "Sampai saat ini belum adanya MoU Angkasa Pura 1 dengan Pemkab Kulonprogo secara holistik dari pembangunan sampai dioprasionalkannya bandara. Ini merupakan PR bersama," ujar Gendut. (Arif K Fadholy)