Selamat, 10 Pelestari Bangunan Heritage Kota Yogya Terima Penghargaan
Selasa, 30 Oktober 2018 20:41 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Pelestarian bangunan warisan budaya tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Peran serta masyarakat dalam pelestarian bangunan heritage sangat dibutuhkan demi terpeliharanya bangunan yang memiliki nilai sejarah luar biasa tersebut. Sebagai bentuk apresiasi Pemkot Yogyakarta memberikan penghargaan bagi 10 pelestari bangunan heritage di Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta. Penghargaan bertujuan membangkitkan kebanggaan tinggal dan merawat bangunan heritage. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharsono mengatakan, penghargaan pertama kali diberikan pada tahun 2017 lalu. Dinas yang merupakan pecahan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu memberikan penghargaan berupa piagam dan uang sebesar Rp 10 juta. Baca juga: "Tahun 2107 di Kotagede, tahun ini Pakualaman. Harapannya, pemilik bangunan heritage bisa bangga terhadap bangunanya. Ada ikon yang tidak dimiliki oleh orang lain, bisa dipakai selfi, dan susah dilupakan," ucap Eko dalam acara Penghargaan Pelestarian Bangunan Heritage 2018 di Hotel Phoenix, Selasa (30/10/2018) siang. Salah satu anggota Tim Juri, Revianto Budi Santosa mengatakan, pelestarian bangunan heritage tidak hanya sekali "tembak" seperti pembangunan gedung. Namun merupakan kecintaan sepanjang hidup dan upaya melangsungkan sinergi dengan lingkungan. "Tahun ini kita berfokus ke Pakualaman. Di sini memang tidak ada yang wah, hampir semuanya berwujud rumah tinggal. Bagi saya ini menarik, karena bangunan heritage ini bagian dari kita dan bagian dari keseharian kita," ujar Revianto.

Para penerima penghargaan Pelestarian Bangunan Heritage 2018 berfoto bersama Walikota Yogya Haryadi Suyuti. Foto: Arif K Fadholy

Dia menjelaskan, kalau pemilik rumah heritage tahu akan nilainya, pasti akan terpanggil untuk ikut melestarikan. Pelestarian tersebut bukan untuk memulihkan masa lampau, tetapi sebagai bukti bahwa ada jejak dari masa lampau. Revianto berpendapat, kota yang tidak melestarikan bangunan bersejarahnya, berarti tidak memiliki masa depan. Bangunan heritage berlatar dan bernuansa Belanda dan China itu semua bernilai dan harus dilestarikan. Menurutnya, penghargaan ini sebagai awal yang panjang untuk melestarikan cagar budaya. Sementara Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menambahkan, penghargaan merupakan salah satu komitmen untuk merawat dan menjaga peninggalan bangunan sejarah. "Di Kota Yogyakarta ada lima kawasan heritage, di antaranya kawasan Malioboro, Kotabaru, Kraton, Kotagede, dan Pakualaman," ujar Haryadi. (Arif K Fadholy) Daftar Penerima Penghargaan:
  1. Rumah tinggal Dr. Soekirman Wirdjosandjojo, Jl. Sultan Agung no. 46, Kel. Gunungketur, Kec. Pakualaman
  2. Rumah tinggal Ibu Anne Handayani, Jl. Bintaran Tengah No. 17, Kel. Wirogunan, Kec. Mergangsan
  3. Rumah almarhum. Bpk. Mayor (purn) Harjokusumo, Jl. Bintaran Tengah no. 19, Kel. Wirogunan, Kec. Mergangsan
  4. Rumah usaha Jl. Gajah Mada no. 21, Kel. Purwokinanti, Kec. Pakualaman
  5. Rumah tinggal Jl. Tamansiswa, Gg. Pronocitro MG II/713, Kel. Wirogunan, Kec. Mergangsan
  6. Rumah Resto Kebon Ndelik, Jl. Bausasran No. 52, Kel. Purwokinanti, Kec. Pakualaman
  7. Rumah tinggal Ibu Kinanti Paramesti, Jl. Surokarsan no. 24, Kel. Wirogunan, Kecamatan Mergangsan
  8. Rumah tinggal Ibu Titik Setiati, no. 34 A RT 018 RW 005, Kel. Wirogunan, Kec. Mergangsan
  9. Ndalem Harjokusumo , Jl Harjowinatan PA/773, Kel. Purwokinanti, Kec. Pakualaman
  10. Rumah di Jl. Tukangan no. 29 RT 024 RW 005, Kel. Tegalpanggung, Kec. Danurejan
 
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News