SISTEM KAMIJORO: Selain Bandara, Juga Jangkau Industri Sentolo dan Pajangan
Jumat, 29 Maret 2019 02:23 WIB

Ir Bambang Widyo Sadmo MT

YOGYA (wartakonstruksi.id) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah menyiapkan kelembagaan untuk mengelola system air baku Kamijoro yang akan dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan usaha (KPBU). Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Bandara NYIA, Sistem Kamijoro juga akan menjangkau kawasan industry Sentolo dan Pajangan.

Demikian diungkap Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, Ir Bambang Widyo Sadmo MT, saat berbincang dengan Wartakonstruksi.id, belum lama ini.

“Sistem Kamijoro sudah ada progres untuk dilakukan dengan skema KPBU. Progresnya sudah berjalan untuk penyiapan kelembagaannya, yang nantinya sebagai penyelenggara KPBU. Pemda juga sudah melakukan market sounding dengan calon-calon investor yang akan terlibat. Termasuk investor dari Eropa,” kata Bambang.

Menurut dia, perhitungan infrastruktur sudah dilakukan, termasuk dengan studi kelayakannya yang juga sudah dilakukan. Pemda bahkan sudah menyiapkan tanah yang direncanakan untuk IPAL. Untuk kebutuhan sistem Kamijoro, lanjut dia, tidak memungkinkan bisa dikejar dengan anggaran daerah.

Lebih jauh Bambang menjelaskan, nantinya sistem Kamijoro akan menghasilkan air baku 500 liter per detik. Debit sebanyak itu tidak hanya digunakan untuk menopang kebutuhan bandara NYIA saja, tapi juga akan menjangkau kawasan industry Sentolo, kemudian Pajangan.

Rinciannya, 300 liter/detik untuk kebutuhan di wilayah Kulonprogo dan sisanya 200 lt/dt untuk kebutuhan di Bantul. Kebutuhan di Kulonprogo termasuk di antaranya pemenuhan kawasan industri pasir besi. “Juga termasuk layanan masyarakat karena tidak boleh semua untuk industri karena harus ada untuk layanan masyarakatnya juga,” pungkasnya. RED

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News