Hardjono Sudjanadi. Foto : Eko P[/caption]
Menurut Sudjanadi, bersamaan pembanguan tenaga surya, nantinya akan direlalisasikan pula pengembangan jaringan berupa penambahan jumlah instalasi water fountain dan water dispenser.â€Proposalnya telah kami terima pada 18 Mei 2018, dengan anggaran sebesar Rp 7,2 miliar, rencana pelaksanaannya di tahun 2018 ini,â€jelas pemerhati air minum ini.
Pihaknya mengatakan bahwa kebutuhan air minum bagi masyarakat selalu mengalami peningkatan.â€Kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan air minum bagi masyarakat, target mencapai 100 persen di tahun 2019,salah satu upaya melalui SPAM kampus UGM ini, untuk jaringan di UGM ini dapat mensuplai air bersih kepada 60 ribu pemakai, terdiri mahasiswa dan karyawan, â€beber pria pemilik sertifikat keahlian yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional.
[caption id="attachment_1753" align="aligncenter" width="428"]
Danang Aji Kurniawan. Foto : Ist.[/caption]
Terpisah, Danang Aji Kurniawan selaku Supervisor SPAM Toya Gama UGM, berharap penambahan fasilitas tenaga surya akan berdampak terhadap penghematan daya listrik yang selama ini disuplai dari PLN.
â€Selain penghematan daya listrik yang selama ini mengunakan sumber listrik dari PLN, dengan penerapan solar cell diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat umum, semoga bisa direalisasikan segera di tahun ini,â€minta dia.
Ditambahkannya, guna memaksimalkan penggunaan air bersih di lingkungan UGM akan dilakukan penambahan fasilitas, sebelumnya telah dipasang sebanyak 12 water dispenser dan 50 water fountain.â€Kita ajukan proposal ke Kementerian PUPR untuk pengembangan jaringan dengan penambahan sebanyak 31 water dispenser dan 29 water fountain, sebab instalasi yang selama ini ada dirasa masih kurang,â€tambah Danang. (Redaksi WK)