BANTUL (wartakonstruksi.id) – Kabupaten Bantul terus membenahi infrastruktur. Salah satu yang tengah serius digarap adalah jalan. Setelah menata ruas Jalan Sudirman yang kini semakin luas dan hidup, penataan berikutnya dilakukan di Jalan Bantul.
Penataan dilakukan dengan menghilangkan jalur lambat di Jalan Bantul dimulai dari simpang empat Masjid Agung Manunggal Bantul hingga gapura besar di sisi utara. Ruas jalan itu akan disamakan dengan Jalan Sudirman. Saat ini dalam proses pengajuan ke pusat.
"Perempatan ke utara sampai gapura akan disamakan dengan yang selatan. Yang selatan sudah kami hilangkan jalur lambatnya, besok pelan-pelan yang utara juga," ucap Bupati Bantul, Drs Suharsono kepada
Warta Konstruksi belum lama ini.
Baca juga:
Menurut Suharsono, setelah jalur lambat Jalan Sudirman dihilangkan, kini perekonomian kawasan itu mulai menggeliat. Jalan juga terlihat lebih luas dari sebelumnya. Khusus untukJalan Bantul, jalur lambatnya belum dihilangkan karena berstatus jalan nasional.
Rencananya, di Jalan Bantul pembatas bagian tengah jalan akan diperpendek tidak seperti yang di jalan Jenderal Sudirman. Pemkab Bantul, lanjut Suharsono, sedang koordinasi dengan Pemda DIY dan sudah menyurati Pemerintah Pusat di Jakarta.
"Kalau Jakarta gak ada anggaran, mau kami anggarkan sendiri dari Bantul. Kalau saya punya kemauan, harus cepat jadi. Kami bertujuan membangun Bantul agar lebih indah dan ramai," tegas Suharsono.

Sebelumnya, Pemkab Bantul telah membangun dan menata ulang Alun-alun Bantul sehingga kini semakin ramai. Kemudian membuat gate dan Taman Bundaran Srandakan, serta membangun Taman Paseban yang terdapat patung Jathilan di pinggirnya. Pihaknya juga sedang membangun Taman Klodran yang terdapat patung Pangeran Diponegoro.
Pedagang Bunga di Jalan Bantul, Kasbani (55) menyambut positif rencana penghilangan jalur lambat di jalan tersebut. "Saya hanya manut (ikut) pemerintah, karena pemerintah pasti punya alasan dan wawasan untuk mensejahterakan rakyatnya. Menurut saya rencana itu positif," kata Kasbani.
Dia berharap, sebagai masyarakat kecil agar pembangunan itu membuat Bantul aman dan nyaman. Dan yang terpenting, lanjut dia, masyarakat bisa bekerja dengan lancar.
Arif KF
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |