Tahun Sudah Berganti, Museum Seniman Senilai Rp 5,5 M Masih Belum Jadi
Selasa, 22 Januari 2019 13:00 WIB
BANTUL (wartakonstruksi.com) – Pembangunan Museum Seniman Giri Sapto di Bukit Gajah, Perbukitan Girirejo, Wukirsari, Imogiri ternyata meleset dari jadwal. Pembangunan tahap satu museum yang menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) senilai Rp 5,5 miliar ternyata belum jadi meski tahun telah berganti. Dari pantauan Warta Konstruksi di lokasi, hanya terlihat ada satu orang yang sedang duduk di pinggir pagar beton dekat pintu seng proyek yang tertutup. Di dalam pagar ada motor miliknya yang  terparkir. Dia adalah Jamzari yang bertugas menjaga museum tersebut setiap hari. Jika tidak dijaga dikhawatirkan bangunan yang berwarna hijau tersebut ada yang merusak atau mencoret-coret. "Sekarang ini masa perawatan, tapi bangunannya belum jadi. Para pekerjanya pindah ke Sleman semua, ngerjain pembangunan DPRD. Mungkin ngejar target selesai yang di Sleman," ujar Jamzari, kemarin. Baca juga: Menurut Jamzari, pembangunan museum tersebut terakhir dikerjakan sekitar 1 bulan yang lalu. dan sekitar 5 hari yang lalu ada 4 orang dari Kepatihan datang meninjau museum yang kontrak pekerjaannya diamulai pada April 2018 dengan durasi waktu 210 hari. Lebih jauh dia mengungkapkan, kondisi bangunan masih jauh dari sempurna. Di bagian dalam belum terpasang keramik dan di luarnya belum sebagus yang ia lihat di gambar perencanaan. Dari pantauan kasat mata media ini pun jelas terlihat bangunan belum sepenuhnya jadi. Dia menyayangkan, pembangunan museum belum selesai namun justru ditinggal untuk memprioritaskan proyek lain. Warga sekitar, ungkap Jamzari tidak keberatan dengan keberadaan museum. Yang penting, lanjut Jamzari, gedung tersebut dapat bermanfaat dan dirinya berharap gedung tersebut lekas jadi dan tidak mangkrak.

Museum Seniman Giri Sapto tampak dari depan. Pembangunan museum menelan dana tidak sedikit mencapai Rp 5,5 miliar. Foto: Arif K Fadholy

Untuk sementara, makam Seniman yang berada di belakang lokasi pembangunan museum ditutup. Kalau pembanguanan sudah selesai, makam tersebut akan dibuka kembali. Warta Konstruksi coba mengklarifikasi perihal pembangunan museum seniman ke Dinas Kebudayaan DIY. Namun saat media ini datang yang membidangi sedang audiensi. Staf dinas berjanji akan menghubungi kembali saat sudah selesai. Media ini kemudian kembali mendatangi dinas untuk kedua kali, tapi tetap saja tidak ada informasi penting yang didapat. Kepala Dinas dan Sekretaris sedang padat pada hari ini dan esok hari sehingga tidak bisa ditemui. (Arif K Fadholy/Sodik)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News