Tak Berkembang di Tangan Pemkab, Pengelolaan OMAC Diserahkan Swasta
Senin, 08 April 2019 06:09 WIB

OMAC 1

OMAC 4

OMAC 5

KLATEN  (wartakonstruksi.id) â€“ Obyek Mata Air Cokro (OMAC) yang selama ini dikelola pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten rencananya akan dipindahtangankan. Pengelolaan tempat pemandian itu akan diserahkan kepada swasta.

Saat ini sudah ada empat swasta, salah satunya dari Yogyakarta, yang mengajukan permohonan untuk mengelola salah satu destinasi wisata air Klaten. Termasuk di antaranya yang mengajukan permohonan adalah Konsorsium BUMDes Kabupaten Klaten, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ponggok.

Water sliding ini terlalu curam dan dinilai membahayakan. Padahal ikon OMAC ini habiskan dana hingga Rp 14 miliar. Dok WK

“Pengelolaan oleh swasta minimal lima tahun. Dari salah satu yang mengajukan permohonan itu ada menargetkan penerimaan untuk pemerintah daerah sebesar Rp 2,2 miliar setiap tahun. Setelah lima tahun, penerimaan untuk Pemda selalu naik 10 persen. Jadi, pemasukannya selalu meningkat,” kata Widiyarto, Sekretaris Disparbudpora Klaten.

Menurut Widiyarto dinas sepenuhnya mendukung pengelolaan destinasi wisata air tersebut diserahkan kepada swasta. Pasalnya pengelolaan oleh swasta bakal menjadikan obyek pemandian itu bisa makin berkembang dan meningkatkan penerimaan untuk pemerintah daerah.

Saat ini, pemasukan dari OMAC sekitar Rp 1 miliar setiap tahun. Dengan target minimal Rp 2 miliar bila diserahkan swasta, berarti pemasukan dari OMAC bisa naik dua kali lipat.

Kolam pendaratan terlalu dangkal dan tidak memadai menopang water sliding yang sangat curam. Foto: Dok WK

Sebagai gambaran, pengelolaan oleh swasta pernah dilakukan Umbul Ponggok. Saat ditangani swasta, wisata air itu mampu disulap menjadi salah satu destinasi yang populer secara nasional. Setiap akhir pekan dan saat libur nasional, Umbul Ponggok selalu dijejali pengunjung. Mereka yang datang makin meningkat saat libur Lebaran dan pergantian tahun. Setelah masa kontraknya selesai, pengelolaan Umbul Ponggok diserahkan kepada BUMDes.

Pemindahtanganan pengelolaan OMAC bisa jadi pilihan paling realistis untuk pengembangannya. Dikelola Pemkab, OMAC tidak berkembang signifikan. Bahkan ada uang terbuang percuma di obyek wisata itu. dana Rp 14 miliar yang digunakan untuk membangun ikon OMAC terbuang percuma karena ikon itu tidak bisa digunakan lantaran salah desain. Gonang S/Sodik

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News