Tak Terjangkau PDAM, 12 Desa di Klaten Terima Bantuan Pamsimas
Rabu, 27 Maret 2019 15:49 WIB

Pipa yang disalurkan ke rumah warga dari Pamsimas 1

Tower Pamsimas1

Tower Pamsimas 2

KLATEN (wartakonstruksi.id) – Kebutuhan air bersih di beberapa desa di Klaten  yang tidak terjangkau PDAM bakal segera teratasi. Tahun ini, Pemkab bakal membangun 12 saluran penyediaan air minum dan sanitasi di 12 desa. Delapan di antaranya dengan dana dari APBN dan sisanya dari APBD.

Dana APBN yang digunakan untuk proyek itu sebesar Rp 1,96 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan sumur bor dan perlengkapannya. Desa yang akan menerima manfaat dari bantuan itu antara lain Mrisen, Granting, Mlese, Joton, Gesikan, Gumul, Karangduren, dan Pasungan.

Sedangkan empat desa lainnya, Balerante, Jabung, Banyuaeng dan Jombor, mendapat pembiayaan dari APBD. Dana yang dibutuhkan untuk membangun sumur, tower sampai pemasangan pipa di empat desa itu sebesar Rp1,715 miliar. Proyek itu merupakan realisasi Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Pamsimas menyediakan sumur bor dan tower sampai pemasangan pipa ke rumah-rumah penduduk. Pasalnya warga harus benar-benar memiliki akses air minum. Sedangkan pengelolaannya oleh Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Pedesaan (BP SPAMS).

“Program itu mencakup pengeboran sumur karena sumbernya memang air tanah sampai pemasangan pipa ke rumah-rumah warga. Dengan adanya Pamsimas, pemerintah berharap masyarakat desa yang tidak terjangkau PDAM tetap bisa mendapatkan air minum,” kata Budi Susilo, Kepala Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Dinas Perwaskim Klaten.

Dalam pengerjaannya, lanjut Budi, tergantung kondisi desa dan air tanah. Bila desa memiliki sumber air maka tidak perlu dilakukan pengeboran. Berbeda bila desa itu termasuk rawan air, maka perlu capturing atau penangkapan mata air lebih dulu.

“Jadi, kami harus mengebor lebih dulu sampai mendapatkan sumber air. Bahkan pernah kedalaman pengeboran bisa mencapai 50 meter,” tutur Budi yang juga menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pamsimas.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2008, kebutuhan air minum di sebagian desa di Klaten sudah bisa terpenuhi. Hanya belum semua desa terpenuhi kebutuhan air minum. Ini yang menjadikan program tersebut tetap rutin dilaksanakan di setiap tahun.

Klaten sendiri sudah memiliki 143 Pamsimas. Di tahun pertama pada 2008 dibangun sembilan Pamsimas. Terakhir, di tahun 2018 ada 20 Pamsimas, 15 pendanaannya bersumber dari APBN dan lima lagi dari APBD. Gonang S

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News