- JANGGAL: Belum 100 Persen, Telagadesa Baturetno Dipaksakan PHO
- Drainase Kecil dan Banyak Sampah, Air di Seberang Gardu PLN Membludak
- Bahaya…!!! Lubang Menganga di Badan Jalan
Spanduk larangan memasuki areal proyek telaga masih terpasang di lokasi. Foto: Arif K Fadholy
Dalam pelaksanaannya, proyek yang dibangun CV Maha Karya tidak berjalan sesuai rencana. Dari target selesai November, pekerjaan masih belum selelesai. Kemudian dilakukan addendum selama 20 hari dan berakhir pada 11 Desember lalu.
"Saya dengar dari mandornya, PT-nya kena denda sekitar Rp 1 juta per harinya karena terlambat pembuatan telagadesa ini. Saya juga dengar, ada tahap kedua untuk membangun yang bagian selatan dan utara. Katanya sih 2019, tapi kapannya gak tahu," jelas Aris.
Anehnya, di lokasi masih terbentangnya banner atau sepanduk yang isinya melarang masuk siapapun yang tidak berkepentingan. Seharusnya tulisan itu sudah tidak ada lagi, dikarenakan pembangunan dianggap sudah selesai dan sudah diserahterimakan.
Masih ada material berupa konblok yang dibiarkan menumpuk di sekitar lokasi telaga selain spanduk larangan memasuki area telaga yang juga masih terpasang. Foto: Arif K Fadholy
Kalau masih terpasang, seolah-olah pembangunan belum selesai dan tidak boleh dikunjungi warga. Di lokasi juga masih ada material seperti tumpukan konblok di pinggir telaga.
Sejauh ini belum diketahui siapa yang akan mengelola telagadesa ini. Namun kabar yang beredar menyebut telaga justru akan dikelola Sekolah Sepakbola (SSB) Baturetno. Ini memang aneh, tapi tidak begitu jika melihat strukturnya. Di mana salah satu pengurus SSB itu adalah Lurah Baturetno sendiri.
Indikasi itu diperkuat dengan pemilihan warna orange dan biru pada cat telagadesa. Warna itu menjadi warna khas SSB Baturetno. “Warga sekitar mestinya dilibatkan agar tidak timbul gejolak,†pesannya. (Arif K Fadholy/Sodik/*)