
Meski fungsi utamanya untuk konservasi alam, namun Telagadesa Potorono juga menjadi lokasi wisata alternatif bagi warga. Foto: Sodik
Dari sisi bangunan, telagadesa Potorono memang terlihat belum sempurna. Meski begitu, beberapa fasilitas sudah tersedia seperti beberapa gazebo yang dibangun di sisi selatan dan barat telaga. Pada tahun 2018 ini, telagadesa Potorono termasuk salah satu telaga yang akan mendapat pengembangan lanjutan. Di sekeliling telaga terpasang konblok yang bisa digunakan untuk jogging atau sekadar berjalan santai mengitari telaga. Di bibir telaga terlihat jelas grassblock yang menjadi pembeda telagadesa dengan embung maupun situ yang digarap Pekerjaan Umum (PU). Hanya saja pada beberapa titik, pemasangan grassblock terlihat tidak rapi. Bahkan pada sisi bagian selatan terlihat grassblok yang amblas ke dalam dan tidak lagi menyatu dengan grassblock yang ada di sampingnya. Pemandangan ini jelas mengganggu dan memperlihatkan pemasangan yang dilakukan tidak sempurna.
Kerusakan seperti ini cukup mengganggu apabila tidak segera diperbaiki. Apalagi telaga baru dibangun tahun lalu. Foto: Sodik
Kondisi seperti ini cukup disayangkan. Apalagi sampai berita ini diturunkan belum terlihat ada upaya perbaikan terhadap grassblock yang amblas pada telaga yang dibangun dengan dana Rp1,9 miliar dan digarap CV Bintang Pratama pada 2017 lalu. Sekretaris BLH DIY, Maladi SH MM mengungkapkan, aset pada seluruh telagadesa yang telah dibangun merupakan aset provinsi. Hanya saja pengelolaan diserahkan kepada pemerintah desa. Ke depan, pengelolaan akan diserahkan kepada BUMDes. Baca juga:| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |