
Rumah kupu-kupu ini beralih fungsi menjadi gudang. Bangunan tidak lagi difungsikan sebagai rumah kupu-kupu sejak 3 tahun terakhir. Foto: Eko Purwono
Terpisah, Danang Aji Kurniawan selaku Supervisor SPAM Toya Gama UGM mengaku belum mengetahui secara jelas perihal status pengelolaan bangunan antik tersebut. â€Pengelolaanya masih belum jelas, antara Biologi dan pihak Wisdompark,†ucap Danang. Sementara Dwi Purnawati, warga Padukuhan Pogung Dalangan menyayangkan alihfungsi bangunan tersebut dan berharap dapat dimanfaatkan kembali sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan.
Bangunan masih berdiri megah dan sempat menjadi bagian dari taman kupu-kupu sekaligus taman kupu-kupu ketiga di Indonesia saat awal berdiri. Foto: Eko Purwono
â€Lha setahu saya masih dimanfaatkan sebagai rumah kupu-kupu. Wahana seperti itu diperlukan terutama bagi anak guna menambah pengetahuan serta mengurangi dampak negatif ketergantungan gadget,†katanya. Hasil penelusuran dari berbagai sumber, taman kupu-kupu itu sudah ada sejak 2002 silam dan digagas Fakultas Biologi UGM. Saat itu, taman kupu-kupu UGM menjadi taman kupu-kupu ketiga yang ada di Indonesia. (Eko Purwono/Sodik)| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |