TOILET BAWAH TANAH NOL KM: Terawat Tapi Sering Kekurangan Air Saat Weekend
Rabu, 09 Januari 2019 10:00 WIB

toilet-nol-km-1-650x366

Toilet-nol-km-2

Toilet-nol-km-3-650x366

Toilet-nol-km-4-650x366

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com– Sejak tahun lalu, wisatawan yang berada di kawasan titik nol kilometer tidak perlu kesulitan lagi untuk mencari toilet. Sebab, di lokasi itu persisnya di depan gedung Bank Indonesia (BI) sudah ada toilet bawah tanah gratis yang disiapkan bagi pengunjung. "Kendalanya masalah air. Hari libur, Sabtu, dan Minggu itu airnya sampai habis. Kalau habis ya toiletnya ditutup, terus ngisi air dulu," ucap Elfian, salah satu warga yang sedang duduk-duduk di angkringan dekat toilet bawah tanah depan Bank BI, kemarin. Baca juga: Menurut Elfian, pada hari libur air di toilet sudah habis di jam 20.00 WIB. Ketika air habis, maka petugas mengisinya kembali lewat saluran gorong-gorong yang berasal dari sumur dekat Benteng Vredeburg yang berada di seberang jalan Penambahan Senopati. Baru setelah air terisi, toilet akan dibuka kembali. Toilet gratis tersebut mulai digunakan sekitar awal tahun lalu dan saat ini masih tahap uji coba. Rencananya toilet gratis itu ke depan akan ditarik retribusi. "Kemarin pas malam tahun baru itu kan yang masuk ke toilet gratis itu 5.000 lebih, ada datanya. Coba dikalikan Rp 2.000 kan sudah berapa itu. Kalau Sabtu dan Minggu bisa sampai 3.000 orang," terangnya.

Kloset jongkok yang ada di toilet bawah tanah kawasan titik nol kilometer terlihat bersih. Foto: Arif K Fadholy

Dia menegaskan, adanya toilet bawah tanah sangat membantu para wisatawan yang berkunjung. Dia berharap, toilet-toilet di kawasan tersebut ditambah, khususnya toilet portable yang tidak memakan banyak tempat. Jika jumlah toilet hanya sedikit, orang yang buang air sembarangan pasti akan lebih banyak. Saat ini saja, lanjut Elfian, masih banyak pengunjung yang buang air sembarangan di pojok Gedung Agung (Istana Negara) dan Benteng Vredeburg. Selain toilet penambahan musholla di kawasan tersebut juga sangat diperlukan, dikarenakan sangat jarang musholla di tempat itu.

Wastafel di dalam area toilet bawah tanah juga terawat dan bersih. Foto: Arif K Fadholy

Wisatawan dari Solo, Wahyu Saputra mengatakan, dirinya senang ada toilet gratis di sekitar tempat objek wisata seperti yang dekat dengan Titik 0 KM tersebut. Lebih bagus lagi kalau di dalam toilet tersebut selalu dibersihkan.

Urinoir di toilet bawah tanah titik nol kilometer dalam kondisi bersih dan terawat. Foto: Arif K Fadholy

"Yang penting di dalamnya, kalau bagus ya lebih bagus lagi. Kalau diperbanyak, kelihatannya memakan space yang besar. Harapannya toilet yang box-box (portable) itu diperbanyak. Tapi toilet portable biasanya jarang ada yang kondisinya selalu bersih,” katanya. Saat media ini meninjau lokasi, di pintu masuk terpampang tulisan toilet gratis. Di bawah tanah, terdapat meja yang diisi oleh tiga petugas. Di dalam Toilet putra terdapat 10 urinoir, dua toilet jongkok dan dua toilet duduk, serta 4 wastafel. Keadaan toilet pun nampak bersih dan terawat. (Arif K Fadholy/Sodik)    
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News