YOGYAKARTA (wartakonstruksi.id) – Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Piyungan kembali dibuka mulai Jumat (29/3/2019) setelah hampir sepekan ditutup. Namun persoalan sampah yang menggunung di Kota Yogya belum akan selesai dalam waktu dekat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkirakan butuh waktu sepakan untuk mengangkut semua sampah yang volumenya mencapai 250 ton. Pada hari pertama pembukaan kemali TPSA Piyungan, pengangkutan sampah belum bisa maksimal karena Bantul dan Sleman minta diprioritaskan.
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Ir Suyana mengatakan, sampai Jumat pagi, seluruh truk yang dimiliki yang jumlahnya hampir 40 unit semuanya penuh sampah. Siring dibukanya TPSA Piyungan, perlahan sampah-sampah di Kota Yogyakarta mulai diangkut.

“Sementara ini kami prioritaskan dulu yang dekat dengan Malioboro dan Kraton Yogyakarta untuk menyambut wisatawan. Belum bisa semuanya diangkut tapi minimal meminimalisir tumpukan dan bleberan di jalan,†ucap Suyana dalam jumpa pers di Kantor Diskominfosan Kota Yogya, Jumat siang.
Suyana mengungkapkan, pengangkutan sampah ke TPSA Piyungan akan dimaksimalkan pada hari Sabtu dan Minggu besok karena di dua hari itu Bantul dan Sleman biasanya libur. Sehingga waktu yang ada bisa sepenuhnya digunakan Kota untuk mengangkut sampah.
Dia berharap selama dua hari itu truk-truk yang dimiliki bisa dimaksimalkan. Setidanya setiap truk bisa mengangkut sampah hingga tiga kali dalam sehari. Meski begitu lagi-lagi Suyana menegaskan bahwa ia masih tidak yakin seluruh sampah akan terangkut.

“Butuh waktu setidaknya satu minggu agar bisa kembali normal, itu pun dengan catatan TPSA Piyungan juga normal,†terangnya.
Suyana menjelaskan, persoalan penutupan sampah bukan kali ini saja terjadi. Pada tahun 2018 lalu, TPSA Piyungan bahkan 2 kali ditutup. Pertama pada bulan Agustus lalu pada bulan Desember. Namun penutupan tidak terasa langsung oleh masyarakat karena hanya berlangsung 2 hari.
Karena itu, Suyana mengajak masyarakat untuk sesegera mungkin mengurangi produksi sampah terutama sampah rumah tangga. Bila tidak bukan mustahil peristiwa seperti sekarang ini bakal kembali terulang dalam jangka waktu yang juga lama.
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |