SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Protes warga Padukuhan Mrican, Desa Caturtunggal, Depok, Sleman terhadap pembangunan gedung baru Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta kembali terulang. Sejumlah warga dan tokoh pemuda merintangi jalan dan menghentikan satu unit alat berat Truk Molen (Truk Mixer)  yang akan memasuki area proyek.
Truk yang dihentikan, Kamis (19/7/2018) sore sejatinya akan memasuki area proyek guna melakukan pengecoran. Namun warga rupanya kesal lantaran tidak ada  surat pemberitahuan perihal jadwal pengecoran yang dilakukan hari itu. Seperti diungkap Yudi Ariwardhana (40) selaku  Ketua Pemuda  Karang Taruna Padukuhan Mrican Pringgondani kepada
wartakonstruksi.com, Kamis (19/7) malam.
“Untuk hari ini (Kamis 19/7/2018-red) aslinya tidak ada jadwal pengecoran yang kami terima, makanya kami berani untuk menghentikan proses pengecoran tadi. Sekitar jam setengan empat kita setop, kita meminta untuk menghentikan pengecoran,†ujar Yudi.
Link terkait:
Bukan hanya itu, menurut Yudi, ada hal penting lain yang membuat warga kesal, yaitu belum dilakukannya sosialisasi kepada warga RW 1 dan warga RW 2. â€Sampai saat ini  belum dilakukan sosialisasi ke warga RW 1 dan RW 2, kita tetap menginginkan ada sosialisasi. Karena molen ini kan lewat jalan kampung, warga mempunyai
uneg-uneg yang sama. Kalau jalan dilewati molen kan warga terganggu dengan adanya lalu lalang truk molen,†terangnya.

Menanggapi aksi penghadangan Truk Molen oleh warga Padukuhan Mrican, Kepala Biro Humas USD Aquelina Yunaeni Mariati membenarkan sekaligus menegaskan bahwa pihak kontraktor telah menyerahkan jadwal pengecoran kepada Dukuh Mrican.
â€Warga yang mencegat ada 4-5 orang. Tuntutanya tidak jelas dan tidak berdasarkan fakta, bilang pihak pembangunan belum memberitahu tentang jadwal pengecoran, padahal surat jadwal pengecoran sudah diberikan ke Pak Dukuh. Yang ngantar namanya Mas Adit dan diterima langsung oleh Pak Dukuh,†beber Yunaeni.
Baca juga :
Dia mengatakan, dalam jadwal memang tidak tertera jadwal  pengecoran pada 19 Juli 2018, namun pihaknya menegaskan perlu pemahaman dan pencermatan isi surat tersebut.
â€Memang tidak ada tanggal 19 Juli, tapi saya baca di surat tersebut tertulis kurang lebih pada hari dan tanggal, barangkali kegiatan pengecoran kadang memang tidak bisa tepat. Tanggal 18 Juli ada tertulis di jadwal, tapi menurut info yang saya dapat kemarin tidak ada pengecoran, tolong dipahami dalam surat tersebut tertulis kurang lebih,†jelasnya.
Perihal sosialisasi, sejak 5 Juni 2018, lanjutnya, Pimpinan USD telah mengajukan  dua opsi kepada Dukuh Mrican. â€Sampai sekarang Pak Dukuh belum memberikan jawaban. Ketika memerima tawaran dua pilihan, waktu itu Pak Dukuh bilang akan berkoordinasi dulu dengan warganya,†tambahnya.
(Redaksi WK)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |