- Tahun Ini, Aspal Plastik Mulai Diuji Coba di Jalanan Yogyakarta
- Sering Banjir, Sungai di Nagung-Trisik Dinormalisasi
- Kepala BP2TPH: JATP untuk Meningkatkan Pendapatan dan SDM Petani

Ruas jalan di Kulonprogo ini menjadi lokasi uji coba pemanfaatan aspal yang dicampur limbah plastik. DIY baru mulai menguji coba aspal plastik tahun ini. Foto: Arif K Fadholy
Guna memenuhi kebutuhan plastik untuk kebutuhan aspal plastik, pihaknya mengumpulkannya kantung-kantung plastik itu melalui sekolah baik SD, SMP, SMA, SMK, maupun Madrasah. Dengan jumlah siswa di di Kulonprogo yang mencapai 70 ribu lebih, maka pihaknya akan mendapatkan sampah plastik sebanyak 3 ton dalam satu bulan. Jumlah tersebut bila dijumlah lebih dari 30 persen. “Pada 31 Agustus kemarin kami sudah mengambil plastik-plastik dari sebagian besar sekolah dan sudah terkumpul 1 ton kantung plastiik. Kami optimis karena sampai saat ini masih banyak yang belum mengumpulkan. Sehingga, kami optimis sampai akhir September bisa itu 3,5 ton tercapai,†imbuh Arif. Setelah sekolah mengumpulkannya, plastik kemudian disalurkan ke bank-bank sampah yang sudah ditentukan, kemudian truk milik UPTD Bank Sampah mengambilnya lalu disalurkan ke Bank Sampah Induk. Di tempat itu akan diolah dengan mesin pencacah plastik yang didapatkan dari Puslitbang Jalan Raya dan jembatan. Dari mesin itu akan keluar butiran plastik berukuran kecil. Butiran kemudian dipak, lalu dibawa oleh proyek ke tempat mesin pengolahan aspal, kemudian aspal siap digelar. “Kami masih pelajari, karena mesinnya itu cuma satu, sehari itu kira-kira berapa kilogram. Kekuatan listriknya cukup besar, 3000 watt,†pungkasnya. Jurnalis : Arif K Fadholy Editor : Sodik