Uji Komersial ke China, PT JMI Bawa 305 Kantong Pasir Besi
Senin, 08 Oktober 2018 11:07 WIB
KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Setelah sempat dikabarkan mandek, PT Jogja Magasa Iron (JMI), penegang kontrak karya penambangan pasir besi di Karangwuni, Wates, Kulonprogo kembali beraktivitas. PT JMI dikabarkan tengah melakukan uji komersial ke China. "Kemarin ada 305 kantong itu yang dibawa ke China. Uji komersial itu diperkirakan selesai pada akhir bulan Oktober ini," ucap Asisten Bidang Perkonomian dan Pembangunan Setda DIY, Budi Wibowo, kepada wartakonstruksi.com, kemarin. Budi mengungkapkan setelah proses uji komersial selesai, PT JMI masih harus membuat RKAB tahun 2019. RKAB, lanjut Budi, tidak bisa dibuat sebelum uji komersial selesai kecuali jika perusahaan yang memegang kontrak karya penambangan pasir besi yang berlaku hingga tahun 2048. Baca juga: Mantan Sekda Kulonprogo ini menjelaskan, sesuai RKAB 2018, tahapan yang harus dilakukan PT JMI tahun ini adalah persiapan konstruksi pabrik. Tahap konstruksi pabrik, sesuai RKAB dimulai pada 2019 mendatang. Namun demikian, Budi menyoroti pembangunan pabrik yang akan berdiri di atas lahan seluas 54 hektare. Ia ingin memastikan pasir yang ada di lokasi itu diambil terlebih dahulu. Sebab, kandudangan pasir besi di lahan seluas 54 hektare itu lumayan besar mencapai 2 juta ton pasir besi. "Kalau saya baca di AMDAL, di 54 hektare itu ada 2 juta ton pasir besi. Kalau tidak diambil dulu berarti dia menenggelamkan 2 juta ton SDA kita. Pokoknya mereka harus mengambil 54 hektare dulu pasirnya. Kalau enggakgak, abal-abal itu usahanya. Kalau gak digempur gitu ya repot kita," tegas Budi. Berita Terkait: Budi menambahkan, jika pabrik penambangan dan pengolahan bijih besi benar-benar didirikan dan jalan terus, maka akan banyak menyerap tenaga kerja lokal. Hal itu dapat membantu pertumbuhan ekonomi Kulonprogo yang tercatat masih menjadi daerah dengan angka kemiskinan tertinggi dan PDB terendah di DIY. Sementara Ketua LSM Gerbang Bintang Selatan (GBS), Gendut Minarto mengatakan, uji komersial yang dilakukan PT JMI ke China perlu dicermati disesuaikan dengan aturan minerba yang berkaitan dengan pengiriman sample. "Ini sama dengan ekspor loh. Artinya kalau ini bisa dilakukan pengiriman sample bahan baku ya syukurlah. Kami memahami bahwa harapan masyarakat Kulonprogo dan DIY melalui Kontrak Karya PT JMI ini dapat menumbuhkan Industri basic baja di DIY," ujarnya. Kehadiran pabrik yang akan dibangun PT JMI, kata dia, diharapkan dapat memacu daya saing Kulonprogo dan DIY secara umum. “Kemampuan mengolah mineral besi menuju barang setengah jadi bahkan jadi tentu akan meningkatkan daya saing daerah,” katanya.   Jurnalis  : Arif K Fadholy Editor      : Sodik
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News