BANTUL (wartakonstruksi.com) – Realisasi pembangunan Telagadesa Baturetno meleset dari jadwal. Pembangunan satu-satunya telagadesa yang terealisasi dari lima telagadesa yang direncanakan tahun ini, seharusnya sudah selesai pada Rabu (21/11/2018). Tapi, hasilnya justru sebaliknya.
Wartakonstruksi.com menyempatkan meninjau lokasi proyek. Mengingat pekerjaan yang digarap CV Maha Karya terbilang lambat. Sepekan sebelum batas akhir sesuai kontrak, pekerjaan baru mencapai 60-an persen. Dan benar saja, di lokasi masih terlihat beberapa bagian telaga yang belum selesai. Pengawas proyek pun belum mengetahui kapan telagadesa itu akan selesai.
Berita lainnya:
Kondisi ini tentu sangat disayangkan. Pembangunan telagadesa Baturetno menghabiskan dana senilai Rp 1,6 miliar. Masa pelaksanaan ditargetkan 120 hari sejak dimulai kontrak 25 Juli 2018, sedangkan durasi masa pemeliharaan selama180 hari kalender setelah di-PHO.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY sebenarnya merencanakan pembangunan lima telagadesa baru tahun 2018 ini. Dari jumlah itu, hanya telagadesa Baturetno yang bisa direalisasikan. Sedangkan sisanya, gagal direalisasi karena problem administrasi meski proses lelang sudah selesai dilaksanakan.

Dari pantauan media ini, bagian telagadesa yang sedang dikerjakan di antaranya
jogging track belum selesai semua. Kemudian, pagar ada beberapa yang belum terpasang dan hanya dua ruas besi yang sudah dicat warna oranye, dua ruas besi dilapisi anti karat berwarna hijau, dan sisanya belum dicat.
Di bagian dalam, grassblock bagian atas telagadesa masih ada sebagian yang belum disemen. Di bagian selatan, terlihat ada sebuah gazebo yang sudah berdiri, rencananya ada dua gazebo yang akan dibangun.

"Ini lebih dari 80 persen progresnya. Kalau target jadi harusnya sekarang. Kalau kontraknya selesai hari ini," ujar Nur, pengawas lapangan pembangunan telagadesa Baturetno saat ditemui Warta Konstruksi, Rabu siang.
Ketika ditanya waktu selesai pekerjaan, Nur tidak bisa menjawabnya. Dia hanya bisa menjawab, cepat atau tidaknya pekerjaan tersebut selesai tergantung banyaknya pekerja dan intensitas turunnya hujan. Dia bersyukur beberapa hari ini hujan jarang turun.

Menurut informasi, masa pelaksanaan proyek telah diperpanjang hingga tanggal 11 Desember 2018, perpanjangan tersebut menyusul adanya addendum atau pekerjaan tambah. Namun demikian tidak disebutkan adanya tambahan anggaran untuk pekerjaan tambah tersebut.
Sangat disayangkan ada addendum pekerjaan tambah namun pekerjaan utama masih ada yang belum diselesaikan. Di sekitar telagadesa, rencananya akan diitari tanah yang ditanam pohon Pulai dan Kalpataru. Namun, saat ini belum terlihat satu pohon pun yang ditanam di area tersebut.
(Arif K Fadholy/ Dodi P/Sodik)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |