BANTUL (wartakonstruksi.id) – Keluhan warga terkait tumpukan karung berisi pasir bekas pengaman pengeboran jacking pipa air minum di perlintasan kereta api Soragan mendapat respons dari kontraktor CV Candi Sari. Kontraktor mengklaim pekerjaan bernilai Rp 1,8 miliar itu masih dalam proses.
Erwin Ariyanto SE, Direktur CV Candi Sari mengakui ada kekosongan pelaksanaan pekerjaan karena keterlambatan pengiriman material dari Jakarta. Namun menurutnya, kekosongan hanya terjadi sekitar satu minggu. Sedangkan warga menyebut tidak ada aktivitas di lokasi selama satu bulan terakhir.
Menurut Erwin, pekerjaan di perlintasan kereta api Soragan merupakan bagian dari pekerjaan SPAM Ngestiharjo. Yaitu pemasangan pipa HPDE diameter 400 mm di bawah rel kereta api para perlintasan kereta api Soragan yang dilakukan dengan teknik
Horizontal Direct Drilling (HDD).
Berita terkait:
“Pengeboran dilaksanakan pada 6 September 2018 dan selesai pada 13 September 2018. Setelahnya karena ada keterlambatan material dari Jakarta,†ungkap Erwin kepadaÂ
wartakonstruksi.com, Minggu (23/9/2018).
Material yang terlambat dikirim dari Jakarta, kata Erwin, berupa reducer 400 mm x 150 mm. Namun demikian pekerjaan telah dimulai lagi pada Jumat (21/9/2018) dan diperkirakan akan selesai pada Rabu (26/9/2018) mendatang.

Terkait papan nama proyek, Erwin menyebut dipasang di lokasi lain yakni di Dusun Janten, Ngestiharjo, Kasihan. Ia juga menegaskan, seluruh rambu-rambu pengaman baik tulisan, pengaman area serta lampu di malam hari sudah dipasang.
“Kita selalu koordinasi dengan Kadus Soragan, Kaur Ekbang Desa Ngestiharjo, Polsek Kasihan dan Koramil Kasihan dalam pelaksanaan pekerjaan dari awal sosialisasi dan prosesnya,†terang Erwin.
Keterangan Erwin sedikit bertolak belakangan terkait lampu pengaman jalan yang selalu menyala pada setiap malam. Pantauan
wartakonstruksi.id, Minggu (23/9/2018) malam, di lapangan tidak menemukan adanya lampu penerang jalan yang berfungsi disekitar lokasi pekerjaan.
Redaksi WK
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |