KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Megaproyek bandara Yogyakarta International Airport (YIA) secara otomatis berdampak pada infrastruktur lain. Berbagai infrastruktur dibangun dan disesuaikan dengan kehadiran bandara baru di wilayah ini.
Salah satu yang diperlukan adalah lampu penerangan jalan umum (PJU). Sayangnya, Pemkab Kulon Progo tidak mudah memenuhi kebutuhan ini. Terlebih karena pemasangan lampu PJU dalam kurun tiga tahun terakhir mengalami penurunan signifikan.
Baca juga
Idealnya, Kulon Progo membutuhkan lebih dari 16.522 titik lampu PJU. Tapi untuk mencapai angka ideal itu masih sangat jauh karena kekurangannya masih cukup banyak mencapai 14.044 titik.
Kepala UPT Pengelolaan PJU Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo, Iswanta SE mengatakan, pada tahun 2019 ini, pihaknya memasang 155 titik lampu PJU yang tersebar di 12 kecamatan, dengan rincian, Kecamatan Temon 12 titik, Wates 18 titik, Panjatan 10 titik, Galur 10 titik, Lendah 8 titik, Sentolo 11 titik, Pengasih 15 titik, Kokap 10 titik, Nanggulan 9 titik, Samigaluh 12 titik, Girimulyo 10 titik, serta Kecamatan Kalibawang 9 titik.
“Ini kita ratakan di semua kecamatan, dan untuk penentuan lokasi juga kita sesuaikan dengan mekanisme Musrenbang, sehingga kita hanya tinggal melaksanakan yang sudah menjadi kebijakan dari atas,” tutur Iswanta.
Selain itu, dari 155 titik lampu PJU tersebut kini tengah dilakukan pemasangan oleh pihak ke tiga dengan spesifikasi lampu terdiri dari dua jenis, yakni lampu konvensional dan lampu berjenis LED serta dengan ketinggian tiang sepanjang 7 dan 9 meter.
“Kita masih menggunakan yang warna kuning, tapi ada beberapa juga yang kita gunakan warna putih. Kalau untuk ketinggian tiang ada dua macam itu dan nanti pemasangannya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Setahun sebelumnya, pada 2018, Dishub memasang lampu PJU di 183 titik, lalu pada 2017 dipasang 277 titik. “Untuk sekarang yang kita kelola baru mencapai kisaran lebih dari 2 ribu titik. Kalau penyebabnya saya enggak tahu, mungkin bisa juga berkaitan dengan kemampuan keuangan, dan kita hanya melaksanakan kebijakan yang sudah diputuskan oleh eksekutif dan legislatif,” pungkasnya.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |