KULONPROGO (wartakonstruksi.com) - Para pengunjung obyek wisata Pantai Glagah Indah Kecamatan Temon diimbau berhati – hati saat tengah berwisata di seputar pemecah ombak (break water) di kawasan tersebut. Selain tengah terjadi gelombang yang cukup tinggi, di sejumlah titik dari bangunan pemecah ombak tersebut juga mengalami kerusakan.
Sumaryanto, warga Glagah mengungkapkan, beberapa bulan lalu terjadi gelombang tinggi sehingga sapuan air laut mencapai daratan hingga belasan meter. Ketinggian air saat itu sekitar enam meter. “Mungkin karena dampak itu juga sehingga ada beberapa titik yang mengalami kerusakan,” tutur Sumaryanto.
Baca juga
Hasil pantauan di lokasi, belasan meter sebelum ujung bangunan break water sudah diberi pengaman berupa batu – batu besar serta dipasangi garis polisi agar lokasi tersebut tidak digunakan untuk bermain para wisatawan. Selain itu gelombang air laut mampu mencapai permukaan ujung bangunan dari pemecah ombak tersebut.
“Itu memang untuk pengamanan wisatawan, yang sana kan licin, apalagi sekarang ombaknya juga masih cukup tinggi. Ini kisaran tiga meteran sehingga masih cukup berbahaya,” tambahnya.
Hampir senada juga diungkapkan oleh salah seorang wisatawan dari Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, Agus Sutadi. Bersama sejumlah tetangga dan sanak keluarganya ia sengaja mengunjungi Pantai Glagah untuk berwisata di lokasi tersebut. Tapi ia tidak bisa mencapai ujung bangunan pemecah ombak lantaran adanya sejumlah batu besar dan garis polisi yang sudah terpasang.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/07-2019/Break-Water-2--26-06.jpg)
“Tadi memang pengennya ke sebelah sana untuk foto – foto tapi pas lihat ada garis polisi dan yang sana itu seperti licin terpaksa balik lagi. Dan yang sisi barat itu ada rongganya seperti kena abrasi,” ungkap Agus.
Bangunan pemecah ombak yang dibangun pada kisaran Tahun 2005 ini, menjadi salah satu infrastruktur pendukung dari adanya dermaga Tanjung Adikarto yang berada di Desa Karangwuni Kecamatan Wates, bangunan itu pun sudah menelan biaya hingga ratusan miliar dengan panjang mencapai sekitar 350 meter dari total yang direncanakan sekitar 700 meter.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |