YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Dinas Perhubungan DIY melalui Bidang Angkutan rutin menggelar sosialisasi terkait Trans Jogja.
Sigit Budi Rahardjo ST, Kasi Angkutan Dalam Trayek mengungkapkan, sosialisasi dilakukan secara periodik di sekolah-sekolah. Dalam satu tahun, pihaknya terjadwal menggelar sosialisasi sebanyak delapan kali.
Baca juga
"Selasa (15/10/2019) kemarin kita gelar sosialisasi di SMP Mataram di Kasihan Bantul. Sosialisasi kita arahkan lebih ke angkutan umum, keselamatan, dan pemanfaatan bis Trans Jogja," ucap Budi, Rabu (16/10/2019).
Menurut Budi, sosialisasi sengaja diarahkan di sekolah-sekolah yang dilalui Trans Jogja. Harapannya bisa mengurangi penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar dan meningkatkan penggunaan Trans Jogja. Termasuk menyosialisasikan berbagai kemudahan bila memiliki kartu langganan Trans Jogja.
"Ketika punya kartu langganan siswa jadinya hanya kena Rp 1.800, jauh lebih murah daripada kalau tidak punya kartu langganan kenanya Rp 3.500," terang Budi.
Dia menjelaskan, sejauh ini respons terhadap sosialisasi yang digelar Dishub DIY cukup bagus. Bahkan ada sekolah yang khusus melarang siswanya menggunakan kendaraan bermotor. Meski ada juga yang melarang namun masih bisa parkir di luar area sekolah.
"Yang halte Trans Jogja-nya ada di dekat sekolah itu lebih efektif. Sekolah kan juga terbantu karena bagaimana pun secara psikologis anak memang belum waktunya bawa motor. Memang sih mereka bisa naik motor tapi secara emosional kan belum bisa, emosinya belum stabil," pungkasnya.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |