Duh, Sisa Galian Proyek Jalan Baru Legundi – Planjan Dijual Rp 300 – 350 Ribu Per Dump?
Jumat, 06 November 2020 09:39 WIB

Galian+Legundi+Planjan+diperjual+belikan+dengan+harga+Rp+300+-+350+ribu+per+dump+truck

GUNUNGKIDUL (wartakonstruksi.com) – Proyek pembangunan jalan baru Legundi – Planjan di Gunungkidul, mendekati akhir masa kontrak. Di lapangan, dikabarkan ada praktik jual beli material galian kepada warga dengan nilai Rp 300 – 350 ribu per dump truck.

Pengakuan ini disampaikan salah satu warga di kawasan Blimbing dimana aktivitas sedang berlangsung. Menurutnya, warga sekitar boleh menggunakan material dari proyek senilai Rp 69,8 miliar itu dengan membayar sejumlah uang. Untuk mendapatkan satu dump truck, warga harus merogoh kocek sebesar Rp 300-an ribu.

Baca juga

“Harganya 300 – 350 ribu kalau warga mau beli galian dari proyek,” ucap warga yang enggan di sebut namanya saat ditemui tak jauh dari lokasi proyek.

Warga lain yang ditemui di dekat Puskesmas Planjan II mengungkap pengakuan yang sama. Menurut pengakuannya, warga sekitar boleh menggunakan material dari proyek dengan membayar uang sebesar Rp 300 – 350 ribu. Uang sejumlah itu, kata dia, dibayarkan kepada kontraktor proyek, PT. Istaka Karya.

“Warga sekitar boleh mas, bayar Rp 300 – 350 ribu sama pemborongnya. Ya semacam bagi hasil lah. Ada yang ‘ngurusi’ itu. Ada oknum aparat juga yang kebagian,” katanya.

Dia menjelaskan, harga Rp 300 -350 ribu yang ditarik dari warga untuk mendpatkan sisa galian proyek terbilang murah. Sebab, batuan putih yang dihasilkan cukup bagus dan keras. Berbeda dengan batuan putih di tempat lain.

Pantauan media ini di lokasi, Jumat (6/11/2020) pagi, terlihat ada beberapa alat berat berupa breaker dan bechoe masih dioperasikan. Meski begitu, ada sedikit pemandangan yang janggal pada titik lain yang ditingalkan. Di mana, pekerjaan di titik tersebut belum selesai.

“Memang sih sudah bisa dilewati di sampingnya, tapi kan ini belum kelar. Kenapa gak diselesaikan dulu yang ini baru ke titik lain. Toh yang sekarang digarap juga tidak masalah, lalu lintasnya lancar kerena jalan bisa diputar sedikit,” ungkap Zaenal, salah satu pengguna jalan.

Dia menambahkan khusus di pekerjaan crossing,  mestinya pelaksana menuntaskan pekerjaannya minimal hingga pengaspalan, supaya ketika permukaannya basah akibat diguyur hujan tidak lagi licin.

Selain itu, bagian jalan crossing yang digunakan untuk mengalihkan arus kendaraan, tidak dipersiapkan dengan baik. Jalan dibiarkan apa adanya, hanya diberi tali pembatas untuk menghindari kecelakaan. Sedangkan jalan dibiarkan tanpa sentuhan apa pun, padahal tidak semuanya dalam kondisi baik.

Kondisi ini mengingatkan kembali pada proyek underpass Kentungan yang digarap kontraktor yang sama. Saat proyek bernilai Rp 101 miliar itu berjalan, jalan eksisting tidak diperhatikan dengan baik. Kondisi itu dikeluhkan sejumlah pihak, baik pengguna jalan maupun pemangku kepentingan.

 

Penulis : MG WK003
Editor : ED WK06
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News