KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Salah satu tujuan pembangunan adalah pemanfaatan. Pembangunan disebut berhasil apabila bisa dimanfaatkan sesuai rencana yang ditetapkan. Bila tidak, tentu keberhasilan itu hanya jadi angan-angan saja. Atau bisa jadi, keberhasilan tidak akan pernah terjadi bila ternyata perencanaannya tidak matang.
Nyatanya, tidak semua proyek yang digarap dengan menghabiskan dana miliaran, bisa berhasil. Embung Blubuk yang berada di wilayah Pedukuhan Blubuk, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih contohnya. Dari sisi konstruksi, embung memang selesai dibangun, tapi dari sisi pemanfaatan, masih jauh dari harapan.
Baca juga
Padahal, embung yang digarap tahun 2015 itu menghabiskan dana tidak sedikit, hampir Rp 4 miliar atau tepatnya Rp 3.751.360.000,00. Pantauan jurnalis Warta Konstruksi di lokasi, embung dengan kedalaman tidak kurang dari 8 meter ini, kondisi airnya mengalami penurunan cukup signifikan, menyusut lebih dari separuhnya.
Embung Blubuk direncanakan menjadi lokasi tampungan air dari Sungai Batur dan dimanfaatkan sebagai sarana irigasi lahan persawahan bagi warga di tiga pedukuhan, yakni Blubuk, Girinyono serta Pedukuhan Pereng yang berada di Desa Sendangsari.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/08-2019/Kolam-penampungan--03-07.jpg)
Hanya saja, selain airnya menyusut drastis, aliran dari sungai Batur juga tampak mengering. Ngatijo, salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi embung Blubuk memastikan bahwa pada sosialisasi sebelum pembangunan, embung direncanakan untuk mengairi sawah dan cetak sawah baru bagi warga di sisi selatan embung.
Tapi, 3 tahun setelah pembangunan, embung masih belum bisa berfungsi sebagaimana mestinya, yakni dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian maupun irigasi lahan sawah cetak baru. “Sekarang sama sekali belum bisa, salurannya juga enggak ada, bagaimana mengalirkannya? Ada puluhan warga yang sebenarnya membutuhkan irigasi dari sini. Kalau sekarang masih sebatas untuk pemancingan warga,” ungkapnya.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/08-2019/Pelimpahan-air--04-11.jpg)
Informasi yang berhasil dikumpulkan, embung Blubuk berpotensi untuk aliran teknis cetak lahan sawah baru seluas tidak kurang dari 70 hektare sehingga mampu meningkatkan produksi padi serta sebagai pengembangan budidaya perikanan maupun pasokan air saat musim kemarau panjang bagi masyarakat setempat.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |