Jalan Pripih - Kokap Rusak Parah, Usulan Perbaikan Tak Kunjung Direspons Pemda
Selasa, 17 September 2019 05:22 WIB

Jalan+Pripih+-+Kokap+rusak+parah%2C+usulan+perbaikan+belum+direspons

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) - Ruas Jalan Pripih – Kokap sepanjang sekitar 7 kilometer yang berada di wilayah Desa Hargomulyo, Kokap mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan yang diduga disebabkan tingginya volume lalu lintas armada tambang, sempat dikeluhkan masyarakat lantaran  menjadikan jalur ini rawan dengan kecelakaan.

Pihak Pemerintah Desa Hargomulyo berharap agar Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bisa segera memperbaiki guna meminimalisir kerawanan jalan yang sering terjadi.

Baca juga

Dari pemantauan di lapangan, kerusakan jalan terjadi di seputar Kantor Pemerintah Desa Hargomulyo, simpang empat pasar Pripih serta jalur menuju ke arah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kerusakan berupa aspal mengelupas sehingga batu material sebesar kepalan tangan orang dewasa tampak ke permukaan. Jalan juga dalam kondisi berlubang.

Menurut Kepala Desa Hargomulyo, Burhani Arwin, yang ditemui pada Senin (16/9/2019), perbaikan jalan tersebut sudah pernah diusulkan ke instansi terkait baik secara lisan maupu lewat Musrenbang namun hingga kini sama sekali belum ada tindaklanjut.

{$lg[1]}
Kepala Desa Hargomulyo, Kokap. Foto: Bhisma Bharata

“Sudah sering kita laporkan untuk perbaikan dan yang terakhir kemarin juga kita usulkan perbaikan lewat Musrenbang, tapi yang saya dengan infonya selama masih dilewati kendaraan tambang belum menjadi prioritas perbaikan,” kata Burhani.

Meski demikian pihaknya tetap berusaha meminta perbaikan jalan meskipun hanya sekadar pemeliharaan rutin. Alasannya jalur tersebu cukup vital, baik sebagai jalan alternatif bagi pemudik saat menjelang lebaran, maupun sebagai jalur bagi para siswa sekolah sehingga meminimalisir kerawanan lalu – lintas.

“Cukup rawan, sejak mengalami kerusakan sering warga yang sedang melintas tergelincir batu material itu terus jatuh, ada juga yang berusaha menghindari kerusakan dan berebut dengan pengguna yang lain. Sebenarnya kalau toh belum menjadi prioritas kita tetap meminta ada perbaikan, paling enggak ditambal atau bagaimana, untuk mengurangi resikolah,” paparnya

Di wilayah Desa Hargomulyo sendiri terdapat 5 perusahaan tambang tanah urug namun semua perusahaan tersebut sudah tidak beraktivitas lantaran pekerjaan pengurukan untuk pembangunan bandara sudah selesai. “Kalau kerusakan itu lebih pada armada truk yang mengangkut tambang batu andesit. Itu penambangannya justru dari luar wilayah sini, tapi lewatnya di jalur ini,” ungkap Burhani.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News